ESDM Aceh Sebut Pencemaran Debu Batu Bara akibat Kelalaian Perusahaan

Kompas.com - 19/08/2017, 17:37 WIB
Mahdinur, kapala Bidang Mineral dan Batubara pada Dinas ESDM Aceh memperlihatkan telapak tangannya terkena debu batu bara di rumah warga Desa Peunga Cut Ujong, Kecamatan meureubo Aceh Barat dan Desa Suak Puntong Nagan Raya, Sabtu (19/08/17). KOMPAS.com/ RAJA UMARMahdinur, kapala Bidang Mineral dan Batubara pada Dinas ESDM Aceh memperlihatkan telapak tangannya terkena debu batu bara di rumah warga Desa Peunga Cut Ujong, Kecamatan meureubo Aceh Barat dan Desa Suak Puntong Nagan Raya, Sabtu (19/08/17).
|
EditorFarid Assifa

MEULABOH, KOMPAS.com - Hasil tinjauan tim dari Dinas Energi dan Sumber Mineral (ESDM) Provinsi Aceh ke permukiman di sekitar lokasi stockpile batu bara milik perusahaan tambang PT Mifa Bersaudara di Desa Peunga Cut Ujong, Kecamatan Meurubo, Aceh Barat dan Desa Suak Puntong, Nagan Raya, menunjukkan bahwa debu batu bara telah masuk ke rumah warga.

“Hasil tinjauan kami ke lapangan bersama dengan tim dari perusahaan Mifa, masyarakat dan PNA memang benar faktanya debu batu bara masuk ke dalam rumah warga,” kata Mahdinur, kapala Bidang Mineral dan Batu Bara, Dinas ESDM Aceh kepada waratwan, Sabtu (19/08/17).

Baca juga: Permukiman Tercemar Batu Bara, Warga di Aceh Barat Minta Direlokasi

Mahdinur menyebutkan, dampak pencemaran debu batu bara yang berasal dari stockpile (tempat penyimpanan hasil tambang) perusahaantambang PT Mifa Bersaudara itu terjadi diduga akibat dari kelalaian perusahaan. Apalagi, lokasi tumpukan batu bara berada dekat dengan permukiman.

“Setelah kita turun ke lokasi bersama-sama dengan pihak perusahaan Mifa, PNA, dan warga setempat kita mencari solusi untuk penangan pencemaran batu bara ini, dan ini sudah menjadi tanggung jawab PT Mifa,” katanya.

Seusai melakukan mediasi antara warga, PNA dan pihak PT Mifa, Mahdinur juga meminta perusahaan untuk segera melakukan proteksi lokasi penumpukan batu bara di stockpile milik mereka, sehingga dampak debu yang selama ini telah masuk ke rumah warga dapat berkurang.

“Saat ini memang pihak perusahaan mengaku sedang melakukan upaya penanganan dampak debu batu bara dalam waktu jangka pendek, seperti memasang jaring pengaman debu atau arnet. Namun tidak hanya berhenti di sana, pihak perusahaan harus segera memikirkan upaya penanganan secara permanen,” jelasnya.

Masih kata Mahdinur, Dinas ESDM Provinsi Aceh akan terus memantau penanganan debu batu bara di lokasi yang dilakukan oleh perusahaan. Jika setelah dilakukan proteksi, namun debu batu bara masih masuk ke rumah warga, maka ia akan mendesak pihak perusahaan melakukan upaya lain.

Sementara itu, Azizah (40), warga Desa Peunaga Cut Ujong yang rumahnya hanya berjarak sekitar 20 meter dari lokasi stokcpile batu bara milik perusahaan tambang PT Mifa Bersaudara meminta kepada pihak perusahaan meminta rumah direlokasi ke lokasi lain. Sebab, rumahnya sudah tiga tahun kemasukan debu batu bara setiap hari sehingga bisa merusak kesehatan keluarganya.

“Saya hanya tuntut ke perusahaan ganti rugi untuk saya pindah ke tempat lain. Saya tidak minta uang atau pekerjaan dari perusahaan, yang saya tuntut hanya relokasi," katanya.

Baca juga: Pantai Tercemar Batu Bara, Pengunjung Dilarang Mandi

Selain mengeluhkan masuk debu batu bara, Azizah juga mengaku kondisi dinding rumahnya juga mulai retak-retak akibat aktivitas pasak bumi yang dilakukan Mifa.

“Kondisi rumah saya sudah parah, banyak dinding sudah retak saat dilakukan pasak bumi Mifa. Apakah layak lokasi tambang hanya berjarak 20 meter dengan rumah saya. Kalau layak, biar saya pindah. Mereka (karyawan PT Mifa) yang tinggal di rumah saya,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Kebakaran Hanguskan 15 Rumah, 2 Warga Tersengat Listrik Saat Padamkan Api, 1 Tewas

Regional
Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Tekan Pengangguran, Pemkot Surabaya Tawarkan 551 Lowongan Kerja

Regional
Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Regional
Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Regional
Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Regional
Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Regional
Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Regional
Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Regional
Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Regional
Aksi Pelajar yang 'Prank' Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Aksi Pelajar yang "Prank" Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
Pemutaran Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Regional
Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X