PKB Beri Syarat Cagub Usung Program Karet di Pilkada Kalbar - Kompas.com

PKB Beri Syarat Cagub Usung Program Karet di Pilkada Kalbar

Kompas.com - 19/08/2017, 11:48 WIB
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Darunnaim di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (18/8/2017)KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWAN Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan pondok pesantren Darunnaim di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (18/8/2017)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar mewajibkan calon kepala daerah yang akan diusungnya pada Pilkada Kalbar 2018 untuk membuat program terobosan bagi petani karet.

Hal tersebut disampaikan Muhaimin seusai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Darunna'im di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (18/8/2017).

Ia mengatakan, calon wakil gubernur dari PKB tersebut diharapkan bisa menjadi figur calon berdasarkan hasil yang disepakati partai.

Saat ini tim pemenangan pilkada PKB masih melakukan komunikasi, koordinasi, dan analisis terhadap bakal calon kepala daerah.

(Baca Muhaimin Targetkan PKB Dapat Usung Kadernya Jadi Wagub Kalbar)

"Semoga dalam waktu dekat kita bisa menentukan calon kita, terutama calon gubernur, dan insya Allah kita akan menawarkan wakil gubernur untuk bisa duduk di 2018," kata Muhaimin, Jumat malam.

Sementara itu, Ketua Desk Pilkada Pusat PKB sekaligus anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalbar Daniel Johan mengatakan, saat ini tim pilkada masih terus melakukan survei, baik untuk tingkat provinsi maupun tingkat kota dan kabupaten.

"Untuk tingkat provinsi, kami siap bekerja sama, koalisi dengan semua sahabat partai, tetapi kami berharap wakilnya bisa dari PKB. Insya Allah cagub yang pasangan dengan wagubnya PKB akan menang nanti," kata Daniel.

Daniel menambahkan, Muhaimin juga mensyaratkan cagub yang didukung PKB wajib memiliki program konkret untuk mengatasi kesulitan petani karet yang sudah lebih dari 4 tahun dilanda kerugian akibat merosotnya harga.

Calon kepala daerah harus memiliki rencana program alternatif sementara, misalnya dengan membeli karet rakyat seharga Rp 10.000 melalui APBD dan diolah oleh BUMD.

"Bertambah atau berkurangnya kemiskinan di Kalbar tergantung sejahtera atau tidaknya petani karet. Jadi wagub dari PKB dan program petani ini syarat satu paket dukungan PKB," kata  Daniel.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X