Gara-gara Hilang Sepatu, Rowland Sukses Menembus Pasar di Lima Benua

Kompas.com - 19/08/2017, 06:56 WIB
Rowland berhasil menembus pasar di lima benua dengan konsep sepatu ramah lingkungan. Perusahaan sepatunya pun terus mengalami pertumbuhan hingga 40 persen tiap bulannya. KOMPAS.com/Reni SusantiRowland berhasil menembus pasar di lima benua dengan konsep sepatu ramah lingkungan. Perusahaan sepatunya pun terus mengalami pertumbuhan hingga 40 persen tiap bulannya.
Penulis Reni Susanti
|
EditorReni Susanti

 

KOMPAS.com - Berawal dari hilangnya sepatu Rowland Asfales berinovasi. Ia membuat sepatu pengganti yang kini menembus pasar lima benua.

Rowland termenung sejenak, sepatu miliknya hilang di kosannya di daerah Taman Sari, Kota Bandung, beberapa tahun lalu. Untuk mengganti sepatu yang hilang, ia lantas berjalan-jalan ke sentra sepatu Cibaduyut. Saat itu, ia berniat membeli sepatu kulit.

Namun, ia mengurungkan niat untuk membeli sepatu kulit karena mahal. Ia pun kembali ke kosan dengan tangan kosong. Tapi tidak dengan pikirannya. Otaknya terus berputar untuk menciptakan sepatu pengganti.

Lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini akhirnya membuat sepatu. Tak disangka, sepatu buatannya diminati teman-temannya.

(Baca juga: Didi Jubaedi, Transmigran yang Sukses Bertani Lada)

Dari sana ia pun mulai berbisnis sepatu. Ia lalu memasarkan bisnisnya ke dunia online, namun hasilnya negatif. Karena sepatu yang ia jual di harga Rp 200.000-400.000 saat itu, kalah bersaing dengan harga sepatu yang jauh lebih murah.

“Saya bangkrut karena sepatu saya tidak memiliki nilai jual,” ujarnya kepada Kompas.com di sela-sela acara The Big Start Indonesia (TBS) di Bandung, Jumat (18/8/2017).

Ia kembali berinovasi. Mulai dari bahan, cara pembuatan, hingga desain. Ia lalu menemukan artikel yang menyebutkan, industri fesyen adalah salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia, termasuk limbah pembuatan sepatu kulit.

“90 persen pembuatan sepatu kulit di dunia diproses melalui proses kimiawi dan menggunakan bahan yang berdampak sangat buruk bagi alam dan manusia,” ucapnya.

(Baca juga: Resep Mahasiswa Sukses Ala Menaker Hanif)

Dari pemikiran tersebut, lahirlah PijakBumi, sepatu ramah lingkungan yang fashionable. Sepatu ini menggunakan bahan kulit natural dan disamak dengan menggunakan ekstrak tumbuhan.

“Tumbuhannya bernama Kenaf. Tumbuhan ini mengeluarkan oksigen 8 kali lebih banyak dibanding pohon lainnya. Kenaf tumbuh di daerah tropis. Kami menenun kenaf dengan benang-benang,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Pasien PDP Covid-19 yang Ditolak Warga Akhirnya Dimakamkan

Jenazah Pasien PDP Covid-19 yang Ditolak Warga Akhirnya Dimakamkan

Regional
Cegah Corona di Jember, Tetapkan KLB hingga Jam Operasional Pasar Dibatasi

Cegah Corona di Jember, Tetapkan KLB hingga Jam Operasional Pasar Dibatasi

Regional
Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X