Panjat Pinang Maut di Bandung, Satu Orang Tewas Terjatuh 

Kompas.com - 18/08/2017, 21:28 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com - Perayaan HUT RI tidak selalu berjalan semarak. Di lapangan voli Jalan Merkuri Utara RT 05 RW 03, Kelurahan Manjahlega, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, perayaan 17 Agustusan berubah menjadi kelabu. 

Kamis (17/8/2017) kemarin, sekitar pukul 16.30 WIB, perlombaan panjat pinang memakan korban jiwa.

"Telah terjadi kecelakaan jatuhnya salah satu peserta panjat pinang," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus melalui ponselnya, Jumat (18/8/2017).

Korban bernama Icim, warga Kampung Rancaloa RT 05 RW 03, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. 

(Baca juga: Byur..., Panjat Pinang Khas Kalimalang Bonusnya Tercebur Sungai)

Yusri menjelaskan, Icim saat itu tergiur dengan hadiah-hadiah yang menggantung di atas pinang. Ia pun akhirnya nekat mengikuti perlombaan panjat pinang.

"Ketika itu korban sudah sampai di atas dan mengambil hadiah. Tiba-tiba batang pinangnya patah dari sambungan sehingga korban terjatuh dari ketinggian 7 meter," jelas Yusri.  

Saat jatuh, korban tewas seketika. Ia kemudian dilarikan ke RS Al Islam, namun keluarga menolak dilakukan otopsi. 

"Korban mengalami patah leher. Pihak keluarga tidak mengizinkan untuk otopsi karena mereka tahu itu murni kecelakaan. Jenazah dibawa ke Majalengka untuk dimakamkan di sana," tandasnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

100 Pedagang Positif Corona, Pemkot Jayapura Tetap Buka Pasar Youtefa

100 Pedagang Positif Corona, Pemkot Jayapura Tetap Buka Pasar Youtefa

Regional
Pengakuan Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Kebun Karet: Ayah Dia Utang Narkoba

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Kebun Karet: Ayah Dia Utang Narkoba

Regional
Keluarga Pengundang Rhoma Irama Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Keluarga Pengundang Rhoma Irama Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Regional
KPU Jember Panggil 21 Penyelenggara Pemilu yang Dilaporkan Dukung Calon Perseorangan

KPU Jember Panggil 21 Penyelenggara Pemilu yang Dilaporkan Dukung Calon Perseorangan

Regional
Adopsi Anak hingga Gagas Perpustakaan Keliling, Aipda Donny Terima Pin Emas Kapolri

Adopsi Anak hingga Gagas Perpustakaan Keliling, Aipda Donny Terima Pin Emas Kapolri

Regional
Bayi 3 Bulan Meninggal Usai Diimunisasi, Sebelumnya Alami Pendarahan, Kejang, Lebam

Bayi 3 Bulan Meninggal Usai Diimunisasi, Sebelumnya Alami Pendarahan, Kejang, Lebam

Regional
91 Persen Pasien Covid-19 di Kota Padang Merupakan OTG dan ODP

91 Persen Pasien Covid-19 di Kota Padang Merupakan OTG dan ODP

Regional
Aksi Penyekapan Digagalkan Setelah Mobil Pelaku Tabrak Ambulans

Aksi Penyekapan Digagalkan Setelah Mobil Pelaku Tabrak Ambulans

Regional
Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Regional
Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang Meningkat Disebabkan Komorbid

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang Meningkat Disebabkan Komorbid

Regional
Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Regional
Belajar dari Jekmil, Ini Seharusnya Cara Driver Ojek Memperlakukan Ibu Hamil yang Dibonceng

Belajar dari Jekmil, Ini Seharusnya Cara Driver Ojek Memperlakukan Ibu Hamil yang Dibonceng

Regional
Dukun Pengobatan di Bandung Barat Perkosa Seorang Anak

Dukun Pengobatan di Bandung Barat Perkosa Seorang Anak

Regional
Gara-gara Utang Sang Ayah, Siswi SMP Dibuntuti, Diperkosa dan Dibunuh Saat Pamit Belajar Kelompok

Gara-gara Utang Sang Ayah, Siswi SMP Dibuntuti, Diperkosa dan Dibunuh Saat Pamit Belajar Kelompok

Regional
Bantu Teman Telilit Utang, Pria 36 Tahun Ini Nekat Menjual Uang Palsu

Bantu Teman Telilit Utang, Pria 36 Tahun Ini Nekat Menjual Uang Palsu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X