Yudha Pratomo M
Dosen

Penulis adalah dosen di jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Sriwijaya.

Palembang dan Tantangan Bonus Demografi

Kompas.com - 18/08/2017, 11:39 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini
EditorLatief

Artinya, Palembang harus mempersiapkan diri secara matang untuk menyambut para tamu yang akan dari berbagai negara Asia. Maka, tidak berlebihan jika kita harus memulai untuk menjawab tantangan kemerdekaan itu dari kota ini.

Tentu, menjadi hal yang lumrah, jika Kota Palembang dapat dikatakan menjadi salah satu tolak ukur kemajuan negara Indonesia. Selain terpilih menjadi tuan rumah Asian Games, Palembang juga memiliki sejarah peradaban kuat.

Dalam banyak literatur, Palembang termasuk salah satu kota tertua di Nusantara. Hal itu seperti tertulis pada Prasasti Kedukan Bukit (1334 tahun) dan merupakan ibukota Kerajaan Sriwijaya, salah satu kekuatan besar politik dan ekonomi Asia Tenggara pada zamannya.

Tak hanya itu. Wilayah kekuasaan Palembang bahkan disinyalir sampai ke Madagaskar. Hal inilah yang seharusnya bisa menjadi acuan untuk terus memajukan Palembang ke depan. Asean Games hanya sebuah trigger saja. Selanjutnya, bagaimana Palembang menjawab tantangan itu?

Pendidikan dan Kepemudaan

Kembali ke isu utama, akan meledaknya jumlah usia produktif atau generasi muda pada 2030 nanti, maka, sebagai salah satu kota tertua dan memiliki sejarah peradaban kuat, sudah menjadi hal wajib bagi Palembang untuk memberikan komitmen kuat dalam upaya pembangunan dan pemberdayaan bagi kelompok-kelompok usia produktif.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, pada 2013 saja jumlah usia produktif (15-64 tahun) di kota ini mencapai angka 69,24 persen dari total penduduk sebanyak 1.535.000 jiwa.

Itu artinya, ada sebanyak 1.062.834 penduduk yang telah masuk kategori sebagai kelompok usia produktif. Jika asumsi kenaikan laju penduduk setiap tahunnya adalah 1,01 persen, maka saat ini Palembang punya sekitar 1.105.350 penduduk usia produktif.

Itu belum selesai. Jika dikalkulasi lagi, pada 2030 nanti, Palembang juga akan memiliki jumlah penduduk sebesar 1.736.545 jiwa dengan kelompok usia produktif 70 persen dari jumlah tersebut atau sekitar 1.215.581.

Merujuk itu, perlu juga kita merujuk kalimat inspiratif Nelson Mandela, "Education is the most powerful weapon which you can use to change the world”. Pejuang kemerdekaan asal Afrika itu menekankan bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia.

Artinya, pendidikan adalah prioritas utama yang harus dikedepankan Palembang jika ingin menjadikan kota ini sebagai prototip pembangunan nasional. Langkah itu harus dipersiapkan.

Karena memang, angka melek huruf Kota Palembang sudah cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya di Sumatera Selatan, yaitu 98,47 persen (BPS, 2013). Namun, jika kita lihat angka partisipasi murni, semakin tinggi umur seseorang, semakin kecil tingkat partisipasinya di dunia pendidikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Regional
KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

KPK Tetapkan Desa Sukojati Jadi Desa Antikorupsi, Bupati Ipuk: Ayo Belajar dari Desa Sukojati

Regional
Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Lewat Bonebol Half Marathon, Bupati Hamim Dukung Pengembangan Olahraga Bone Bolango

Regional
Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Peduli Kesejahteraan Guru, Bupati Hamim Bakal Terima Anugerah Dwija Praja Nugraha

Regional
Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Respons Antusias Rembug Pemuda Banyuwangi, Bupati Ipuk: Kita Harus Berkolaborasi Bersama

Regional
Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Layad Rawat, Strategi Dinkes Jabar Pangkas Batas Layanan Kesehatan

Regional
Warga Kota Medan Bisa Berobat Gratis Mulai 1 Desember, Walkot Bobby Minta Jajarannya Sosialisasikan

Warga Kota Medan Bisa Berobat Gratis Mulai 1 Desember, Walkot Bobby Minta Jajarannya Sosialisasikan

Regional
Cegah Stunting di Samarinda, Elnusa Petrofin Gelar Penyuluhan Gizi Seimbang

Cegah Stunting di Samarinda, Elnusa Petrofin Gelar Penyuluhan Gizi Seimbang

Regional
Terima Program Beli Rumah Dapat Rumah dari Ganjar, Masyarakat: Alhamdulilah Punya Rumah

Terima Program Beli Rumah Dapat Rumah dari Ganjar, Masyarakat: Alhamdulilah Punya Rumah

Regional
Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Kirimkan Bantuan Rp 533 Juta untuk Korban Gempa Cianjur, Gubernur Syamsuar: Uang Paling Dibutuhkan Mereka

Regional
Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Bupati Ipuk Berharap Festival Arsitektur Nusantara Lahirkan Arsitek Top dari Banyuwangi

Regional
Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Melirik Program Prioritas Dinkes Jabar, Apa Saja?

Regional
Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Gubernur Syamsuar Serahkan Bantuan kepada Pensiunan PNS Pemprov Riau

Regional
Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Wadahi Ketangkasan Digital Anak Muda, Pemkab Banyuwangi Kembali Gelar Hacking Day Competition

Regional
Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Turnamen Tenis Meja Pemkab Banyuwangi Diikuti 220 Atlet se-Jawa dan Bali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.