Warga Pontianak Gelar Upacara Pengibaran Bendera di Tengah Parit

Kompas.com - 17/08/2017, 14:34 WIB
Suasana pengibaran bendera di Parit Nenas, Jalan Kebangkitan Nasional, Siantan Hulu, Pontianak, Kalimantan Barat (17/8/2017) Dok. Komunitas Sungai PutatSuasana pengibaran bendera di Parit Nenas, Jalan Kebangkitan Nasional, Siantan Hulu, Pontianak, Kalimantan Barat (17/8/2017)
|
EditorErlangga Djumena

PONTIANAK, KOMPAS.com - Merayakan peringatan hari kemerdekaan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya seperti yang digelar warga Jalan Kebangkitan Nasional Gang Bentasan 1, Kelurahan Siantan Hulu, Pontianak, Kalimantan Barat yang menggelar upacara bendera di atas parit.

Upacara bendera peringatan HUT ke 72 RI itupun dihadiri berbagai komunitas, pelajar, TNI-Polri dan didukung Pemerintah Kota Pontianak.

Ketua Komunitas Kreasi Sungai Putat, Samhudi mengatakan, upacara yang digelar tersebut mengusung tema Merdeka Negeri Ku, Merdeka Paret Ku.

Tema tersebut tak terlepas dari fungsi parit yang merupakan urat nadi kota Pontianak dan sekaligus mengkampanyekan tentang keberadaan parit, karena dinilai cukup penting untuk dipertahankan dari intervensi apa pun di kota Pontianak.

"Kegiatan ini pertama kali dilaksanakan di Kalbar dengan melibatkan warga secara langsung bertepatan dengan peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia," ujar Samhudi, Kamis (17/8/2017).

Baca juga: Indahnya Keberagaman pada Upacara HUT RI di Masjid Cheng Hoo Palembang

Samhudi menyebutkan, petugas yang mengibarkan bendera di dalam air adalah para petugas yang dipilih dan harus mempunyai keterampilan serta memahami bagaimana posisi harus tetap tegap sehingga upacara dapat berjalan dengan khidmat.

"Rencana ke depannya kami mengajak setiap kelurahan warganya harus mengibarkan bendera di atas parit," ujarnya.

Sementara itu, Camat Pontianak Utara, Aulia Chandra yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan upacara bendera di dalam parit ini juga sebagai bentuk motivasi bagi masyarakat setempat agar terlibat langsung dengan kegiatan yang dilaksanakan.  

"Selain itu juga untuk mengembalikan jiwa semangat kemerdekaan masyarakat lagi, mungkin selama ini yang mengikuti upacara bendera hanya dari pegawai, TNI Polri serta adik-adik siswa yang sekolah saja. Kita maunya ini bisa dirasakan oleh semua masyarakat, mungkin sudah lama tidak melaksanakan upacara bendera," kata Aulia.

"Jadi kita mendekatkan upacara bendera ini ke masyarakat agar mereka mau hadir di sini," tambahnya.

Aulia menyebutkan, tujuan dari upacara di atas parit ini juga supaya masyarakat kembali mencintai parit, sehingga apabila kembali cinta kepada parit nya maka masyarakat juga tentu akan memelihara paritnya.

"Kita berusaha untuk untuk mengantisipasi permasalahan kedepannya. Kalau di daerah Pontianak Kota, Barat Selatan dan Tenggara itu permasalahan nya adalah saluran yang sudah banyak tersumbat sehingga kalau hujan deras sedikit air akan tergenang. Kita maunya di Pontianak Utara ini yang parit nya masih utuh, masih terjaga, dan masyarakat pun mau menjaganya," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Belajar di Rumah Sampai 15 Juni

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Belajar di Rumah Sampai 15 Juni

Regional
Kronologi Suami Istri Tewas Tertabrak Mobil Saat Hendak Ber-Lebaran

Kronologi Suami Istri Tewas Tertabrak Mobil Saat Hendak Ber-Lebaran

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, tapi Rumah Ibadah Mulai Dibuka

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, tapi Rumah Ibadah Mulai Dibuka

Regional
Mengaku Kelaparan, Kakek 61 Tahun Curi Kopi hingga Semir Sepatu di Minimarket

Mengaku Kelaparan, Kakek 61 Tahun Curi Kopi hingga Semir Sepatu di Minimarket

Regional
Seorang Ayah Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil, Terbongkar Saat Ditanya Nenek

Seorang Ayah Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil, Terbongkar Saat Ditanya Nenek

Regional
Bebas dari Penjara, Napi Asimilasi Perkosa Anak Calon Istrinya

Bebas dari Penjara, Napi Asimilasi Perkosa Anak Calon Istrinya

Regional
Terungkap Pabrik Miras Palsu Bermerek Impor di Bandung Barat

Terungkap Pabrik Miras Palsu Bermerek Impor di Bandung Barat

Regional
Saat Para Pemuda Antar Ketupat untuk Tenaga Medis Covid-19: Biar Mereka Ikut Lebaran

Saat Para Pemuda Antar Ketupat untuk Tenaga Medis Covid-19: Biar Mereka Ikut Lebaran

Regional
Polda Jateng Tunggu Hasil Lab Iptu SY, Pengendara yang Tabrak Rumah Warga

Polda Jateng Tunggu Hasil Lab Iptu SY, Pengendara yang Tabrak Rumah Warga

Regional
Aksi Babinsa Gendong Nenek dan Penderita Stroke untuk Mengambil BLT

Aksi Babinsa Gendong Nenek dan Penderita Stroke untuk Mengambil BLT

Regional
Dentuman di Kawah Gunung Ijen, Ada Gelombang Mirip Tsunami Setinggi 3 Meter, Satu Penambang Tewas

Dentuman di Kawah Gunung Ijen, Ada Gelombang Mirip Tsunami Setinggi 3 Meter, Satu Penambang Tewas

Regional
Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Regional
Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Regional
Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X