Kompas.com - 17/08/2017, 07:36 WIB
Lomba membungkus jenazah di RW 03, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, KOMPAS.com/Putra Prima Perdana.Lomba membungkus jenazah di RW 03, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat,
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Perlombaan makan kerupuk, balap karung dan panjat pinang adalah perlombaan yang lazim digelar setiap tahun dalam rangka menyambut Hari Jadi Republik Indonesia. Tetapi, di RW 03, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, justru menggelar lomba yang cukup 'nyeleneh' dengan tema 'Balap Tobat'.

Salah satu kegiatan yang digelar Rabu (16/7/2018) malam adalah lomba membungkus mayat dengan kain kafan. Lomba ini digelar secara berkelompok.

Dalam satu kelompok terdapat empat orang dimana salah satunya harus rela berperan sebagai jenazah. Sementara tiga orang lainnya bertugas untuk membungkus jenazah palsu dengan kain kafan yang sudah disediakan panitia. 

Tidak hanya diikuti oleh bapak-bapak, satu dari empat kelompok peserta lomba ternyata adalah anak-anak usia sekolah yang mewakili remaja masjid As Syuro. 

Setelah sebelumnya kegiatan diawali dengn tausiyah, suasana pun berubah riuh ketika lomba dimulai. Orang-orang yang berperan sebagai jenazah sempat tampak ragu dan malu untuk tidur di atas dipan yang disediakan panitia. 

Lomba membungkus jenazah di RW 03, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, KOMPAS.com/Putra Prima Perdana. Lomba membungkus jenazah di RW 03, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat,
Para peserta terlihat bekerja perlahan. Dengan telaten mereka melakukan urutan rangkaian membungkus jenasah yang sesuai dengan syariat Islam. Hal tersebut wajib mereka lakukan karena penilaian lomba tersebut bukan berdasarkan kecepatan. 

"Penilaian yang kita tekankan dalam lomba ini bukan kecepatan, tapi lebih kepada kerjasama tim, kerapihan membungkus mayat, ketertiban  (urutan langkah) dalam membungkus mayat dan harus dengan shalat mayat yang khusyu tidak dimain-mainkan," ujar Ketua Panitia Aan Garnadi (53) saat ditemui di lokasi lomba, Rabu malam. 

Meski di awal-awal para peserta terutama anggota tim yang berperan sebagai jenazah tampak canggung, lama kelamaan rasa tersebut hilang. Masing-masing kelompok pun makin serius bekerja membungkus jenazah agar dapat mendapat penilaian bagus dari tiga orang juri. 

Tahap terakhir dalam lomba tersebut adalah melakukan praktik menshalatkan jenazah sesuai syariat Islam. Juri pun menilai bacaan serta gerakan shalat yang dilakukan satu per satu kelompok.

Baca juga: Napi Teroris Ikuti Lomba Pengibar Bendera HUT RI ke-72

Pemenang lomba membungkus jenazah ini akan diumumkan pada puncak acara kegiatan peringatan HUT RI Ke-72 di lapangan RW 03 Desa Mekarbakti pada tanggal 26 Agustus 2017 mendatang. 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.