Tak Ada Lagi Sinetron di Ruang Tunggu RSUD Salatiga

Kompas.com - 16/08/2017, 06:46 WIB
Direktur RSUD Salatiga dr. Agus Sunaryo dan Kasubbag Pemasaran dan Humas RSUD Salatiga Renny Novita Sari, Selasa (15/6/2017) siang, melakukan sidak di ruang tunggu poliklinik untuk mengetahui respon pengunjung terkait peluncuran TV Edukasi. Humas Pemkot SalatigaDirektur RSUD Salatiga dr. Agus Sunaryo dan Kasubbag Pemasaran dan Humas RSUD Salatiga Renny Novita Sari, Selasa (15/6/2017) siang, melakukan sidak di ruang tunggu poliklinik untuk mengetahui respon pengunjung terkait peluncuran TV Edukasi.
|
EditorErlangga Djumena

SALATIGA, KOMPAS.com - Biasanya, saat menunggu giliran periksa di polikinik rumah sakit, para pasien atau keluarga pasien disuguhi tontonan layar kaca untuk mengusir kejenuhan. Kebanyakan, saluran yang dipilih adalah saluran televisi yang menyuguhkan tontonan hiburan ataupun sinetron. Padahal banyak tontonan sinetron yang tidak mendidik.

Berangkat dari keprihatinan itu, Manajemen RSUD Kota Salatiga kembali melakukan inovasi untuk menghilangkan rasa jenuh pengunjung/pasien saat menunggu antrean berobat. Di tiap titik kumpul antrian disediakan TV Edukasi, utamanya di poliklinik dan bangsal.

Tayangan yang disajikan dalam TV Edukasi berupa konten kesehatan yang berfungsi mengedukasi para pasien dan pengunjung.

Kasubbag Pemasaran dan Humas RSUD Salatiga Renny Novita Sari menyebutkan, inovasi itu merupakan implementasi dari Kepmenkes Nomor 004 Tahun 2012 mengenai petunjuk teknis promosi kesehatan rumah sakit.

"Rumah sakit harus mampu memberi dan menyediakan fasilitas kesehatan dan memberikan pelayanan kesehatan perorangan melalui paripurna dengan promotif, preventif, kreatif dan rehabilitativ berdasarkan UU 44 Tahun 2009," kata Renny di sela menemani sidak Direktur RSUD Salatiga dr. Agus Sunaryo, Selasa (15/8/2017) siang.

Baca juga: Bripda Yoga yang Dipukul Oknum TNI Pernah Main Sinetron Ganteng Ganteng Serigala

Renny mengungkapkan, pada tahap awal ini TV Edukasi RSUD Salatiga sudah membuat konten berjumlah 70 tayangan yang menampilkan acara mencegah penyakit dan dampaknya. Adapun jumlah televisi yang terpasang di ruang tunggu mencapai 16 unit. "Kalau di ruang rawat inap telah terpasang 158 perangkat TV Edukasi," ujarnya.

Direktur RSUD Salatiga dr. Agus Sunaryo menyambut baik dan mendukung program TV Edukasi tersebut. Pihaknya sengaja melakukan sidak kepada para pasien dan pengunjung RSUD untuk mengetahui respons terkait peluncuran TV Edukasi tersebut.

"Hasilnya disambut baik oleh mereka. Dibandingkan dengan siaran TV yang sebelumnya ada, TV Edukasi dianggap lebih bermanfaat dan mengusir kejenuhan," kata Agus.

Salah seorang pengunjung, Fitra yang sedang menunggu di ruang poli mengaku baru kali ini melihat tayangan kesehatan yang menarik. Ia menilai tayangan tersebut cukup informatif sehingga dirinya menjadi tahu tentang penyakit kaki gajah, diabetes dan juga beberapa penyakit lainnya. Selain itu ditampilkan pula bagaimana berlaku hidup bersih dan sehat.

"Yang lebih menyenangkan adalah tayangan dibuat menarik karena dibuat animasi dan disesuaikan dengan karakter anak-anak. Saya senang, daripada disetel sinetron," kata Fitra.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Geng Motor Masih Berkeliaran di Tasikmalaya dan Serang Warga

Regional
Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Sebelum Tabrak Tebing, Sopir Sempat Diberitahu Penumpang jika Ban Belakang Sebelah Kiri Kempes

Regional
Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Tidur di Ruang Tamu Saat Jaga Ibunya yang Sakit, Gadis Ini Malah Disetubuhi Ayah Tiri

Regional
Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Regional
Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Regional
Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Regional
8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

Regional
1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

Regional
Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Regional
Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Regional
Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Regional
Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Regional
Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Regional
Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Regional
Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X