Kasus Penipuan, Dimas Kanjeng Dituntut 4 Tahun Penjara

Kompas.com - 15/08/2017, 16:01 WIB
Dalam sidang beragendakan pembacaan pledoi, Dimas Kanjeng tampil modis dengan rambut disisir rapi, klimis, mengenakan batik, celana hitam, dan sepatu pantofel warna coklat. KOMPAS.com/Ahmad FaisolDalam sidang beragendakan pembacaan pledoi, Dimas Kanjeng tampil modis dengan rambut disisir rapi, klimis, mengenakan batik, celana hitam, dan sepatu pantofel warna coklat.
|
EditorReni Susanti

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Setelah divonis hukuman 18 tahun penjara dalam kasus pembunuhan, Dimas Kanjeng kembali dituntut 4 tahun penjara atas kasus penipuan.

Sidang yang berlangsung, Selasa (15/8/2017) di PN Kabupaten Probolinggo tersebut berjalan molor. Sidang beragendakan pembacaan tuntutan ini agak berbeda dengan biasanya. Selain tidak transit di sel tahanan pengadilan, Kanjeng dapat pengawalan lebih ketat.

Padahal sebelumnya, Kanjeng selalu transit di sel tahanan dan bisa bercengkrama dengan pengikut dan keluarganya. Namun kali ini, aparat langsung membawanya ke ruang sidang dari mobil tahanan, begitupun saat sidang usai.

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Basuki Wiyono, JPU bernama Usman menuntut Kanjeng dihukum empat tahun penjara. Usman mengatakan, fakta persidangan yakni unsur barang siapa dan unsur menguntungkan diri sendiri telah terpenuhi.

(Baca juga: Dimas Kanjeng Divonis 18 Tahun Penjara, Jaksa Ajukan Banding)

Atas perbuatan terdakwa, saksi pelapor Prayitno tertipu dengan menyerahkan uang Rp 800 juta kepada terdakwa.

"Unsur menggunakan nama palsu, perkataan palsu, atau iming-iming terdakwa telah membuat orang percaya bahwa bisa menggandakan uang. Kami meminta majelis hakim menentukan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sepertii diatur melanggar pasal 378 dengan hukuman empat tahun penjara," ujarnya.

Atas tuntutan itu, kuasa hukum M Soleh mengajukan keberatan. Menurutnya, tak ada bukti dan fakta Kanjeng bisa melipatgandakan uang 100 kali lipat.

Selain itu, tak ada rekaman dan video yang menunjukkan Kanjeng mengiming-imingi orang dengan cara melipatgandakan uang.

"Dalam persidangan, kasus penipuan yang dilaporkan Prayitno Rp 800 juta. Iya kalau Rp 800 juta, bagaimana kalau cuma Rp 50 juta? Ini kan ngawur. Tak ada kuitansi atau hitam di atas putih bahwa saksi pelapor menyerahkan uang Rp 800 juta," tutupnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Pemerintah Butuh 65.000 Tenaga Kerja untuk Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW

Regional
Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Lowongan PPK Pilkada Jember 2020 Diminati Milenial, Dibutuhkan 155 yang Daftar 1.041

Regional
4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

4 Kasus Bocah Digigit Ular, Meniru Tayangan Youtube hingga Bekas Gigitan Ditutup Plester

Regional
Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Ikan Paus Sepanjang 15 Meter Terdampar di Hutan Magrove, Warga Kesulitan Evakuasi

Regional
Pelindo Bantah Kapalnya 'Kencing' di Laut dan Jual Minyak Ilegal ke Singapura

Pelindo Bantah Kapalnya "Kencing" di Laut dan Jual Minyak Ilegal ke Singapura

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya | Rambut Sukiyah Jadi Sarang Tikus

[POPULER NUSANTARA] Cerita Bupati Pelalawan Gendong Jenazah Anaknya | Rambut Sukiyah Jadi Sarang Tikus

Regional
Selain 8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Kakak Beradik Dicaci Maki di Depan Umum, Uang Sekolah Tak Dibayar

Selain 8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Kakak Beradik Dicaci Maki di Depan Umum, Uang Sekolah Tak Dibayar

Regional
Sempat Dikira Terjangkit Virus Corona, Pasien RSUP Adam Malik Ternyata hanya Flu Biasa

Sempat Dikira Terjangkit Virus Corona, Pasien RSUP Adam Malik Ternyata hanya Flu Biasa

Regional
Viral Kerajaan Kandang Wesi, Kepala Kesbangpolinmas: Tidak Ada Kerajaan di Garut

Viral Kerajaan Kandang Wesi, Kepala Kesbangpolinmas: Tidak Ada Kerajaan di Garut

Regional
Cerita Istri Bacok Suami di Probolinggo, Ketahuan Selingkuh hingga Takut Akan Dibunuh

Cerita Istri Bacok Suami di Probolinggo, Ketahuan Selingkuh hingga Takut Akan Dibunuh

Regional
Hati-hati Jika Melihat Ular Weling, Jika Digigit Belum Ada Anti Bisanya

Hati-hati Jika Melihat Ular Weling, Jika Digigit Belum Ada Anti Bisanya

Regional
Empat Pelajar SMP di Cianjur Jatuh ke Jurang, Satu Tewas

Empat Pelajar SMP di Cianjur Jatuh ke Jurang, Satu Tewas

Regional
5 Fakta Jenderal Polisi Gadungan yang Mengaku Bisa Luluskan ke Akpol

5 Fakta Jenderal Polisi Gadungan yang Mengaku Bisa Luluskan ke Akpol

Regional
Ini Alasan PAUD Tempat Penitipan Balita Tewas Tanpa Kepala di Samarinda Ditutup

Ini Alasan PAUD Tempat Penitipan Balita Tewas Tanpa Kepala di Samarinda Ditutup

Regional
Ma'ruf Amin Sebut Solusi Militer Tak Sepenuhnya Atasi Konflik, Malah Menyisakan Dendam

Ma'ruf Amin Sebut Solusi Militer Tak Sepenuhnya Atasi Konflik, Malah Menyisakan Dendam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X