Kredit Ultra Mikro, Mimpi Baru Para Nelayan Buruh

Kompas.com - 15/08/2017, 08:37 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti saat meluncurkan program Kredit Ultra Mikro (KUM) di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), Jawa Tengah, Senin (14/8/2017). KOMPAS.com/Iqbal FahmiMenteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti saat meluncurkan program Kredit Ultra Mikro (KUM) di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), Jawa Tengah, Senin (14/8/2017).
|
EditorErlangga Djumena

CILACAP, KOMPAS.com - Sungguh miris melihat fakta bahwa masih banyak sekali nelayan yang berstatus “buruh” di sepanjang perairan Cilacap. Nelayan buruh ini tidak memiliki perahu sendiri, melainkan menyewa kepada juragan perahu dengan sistem bagi hasil.

Salah seorang nelayan buruh di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), Sudarto (42) mengungkapkan, dalam seminggu dia dapat melaut empat hingga lima kali. Dengan hasil kurang lebih Rp 1 juta sekali melaut, dia wajib menyisihkan 10 persen untuk biaya perawatan kapal.

“Sisanya Rp 900.000 itu dibagi dua sama juragan. Baru dari Rp 450.000 itu dibagi rata sama temen-temen (anak buah kapal) yang ikut melaut,” ujar Sudarti saat ditemui, Senin (14/8/2017).

Dengan mekanisme kerja yang demikian, dia hanya bisa menyisihkan sedikit rupiah untuk makan keluarga dan modal melaut esok hari. “Ya sebulan paling rata-rata dapet bersih Rp 800.000,” ujarnya.

Dari wawancara beberapa nelayan di PPSC, jumlah buruh nelayan di Cilacap sangat banyak, hingga menyentuh perbandingan 1:50. Fenomena ini tak lepas dari ulah para tengkulak.

Baca juga: Menteri Susi: Saat Ini Menterinya Sudah Pintar, Jangan Dibohongi

“Kalau pinjam ke tengkulak banyarnya pake sistem ijon, mereka (tengkulak) beli ikan hasil melaut dengan harga kesepakatan. Tapi kalau lagi enggak bisa melayar (ombak besar) kan ga bisa bayar, gantian kapalnya yang diminta,” sebut Sudarto.

Namun tidak ada pilihan lain bagi nelayan untuk tidak tergantung kepada tengkulak. Sebab selama ini, banyak dari nelayan kecil yang sama sekali tidak memiliki akses perbankan dikarenakan tidak memiliki aset sebagai syarat agunan atau jaminan kepada bank.

Sudarto berharap, dengan hadirnya program Kredit Ultra Mikro (KUM) yang diluncurkan pemerintah, mimpi untuk memiliki perahu sendiri dapat segera terwujud. Sebab, selain diberikan tanpa agunan, program KUM ini juga memiliki bunga rendah hingga enam persen per tahun.

“Untuk bikin perahu kecil ukuran 1 GT (gross tonage) biayanya bisa sampai Rp 20 juta. Kalau tidak bisa bikin sendiri, semoga bisa patungan berkelompok,” ujarnya.

Baca juga: Menteri Susi: Catat, Lapor Langsung ke Nomor Ibu kalau Kredit Tak Sesuai

Seperti diberitakan, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti meluncurkan program Kredit Ultra Mikro (KUM) untuk sektor perikanan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), Jawa Tengah, Senin (14/8/2017).

Khusus untuk program KUM di sektor perikanan, dana bergulir dikelola oleh Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelauatan dan Perikanan (LPMUKP) Kementerian Kelauatan dan Perikanan.

Dana kredit ini disalurkan melalui Badan Layanan Umum (BLU) milik koperasi yang akan mengoordinasikan mekanisme peminjaman yang telah ditetapkan oleh kementerian.

“Masing-masih koperasi berbeda aturannya, ada yang per nelayan dapat Rp 5 juta atau Rp 1,5 juta. Walaupun tidak dalam jumlah yang banyak, tapi bunganya murah, kami upayakan bisa dibawah enam persen (per tahun), agar masyarakat bisa menyimpan lebih banyak hasil untuk dirinya sendiri,” ujarnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
Seluruh ODP Corona di Lhokseumawe Diberi Biaya Hidup Rp 200.000 Per Hari

Seluruh ODP Corona di Lhokseumawe Diberi Biaya Hidup Rp 200.000 Per Hari

Regional
'Social Distancing' Tak Efektif, Jabar Buka Opsi 'Lockdown' Zona Merah Covid-19

"Social Distancing" Tak Efektif, Jabar Buka Opsi "Lockdown" Zona Merah Covid-19

Regional
Warga Solo Ciptakan Portal Disinfektan Khusus Driver Ojek Online

Warga Solo Ciptakan Portal Disinfektan Khusus Driver Ojek Online

Regional
Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Positif Terjangkit Corona

Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri Positif Terjangkit Corona

Regional
Dua Warga Magetan yang Positif Corona dan Meninggal ikut Seminar di Bogor

Dua Warga Magetan yang Positif Corona dan Meninggal ikut Seminar di Bogor

Regional
Diduga Sebarkan Hoaks tentang Corona, Oknum Polwan Polda Maluku Dilaporkan ke Polisi

Diduga Sebarkan Hoaks tentang Corona, Oknum Polwan Polda Maluku Dilaporkan ke Polisi

Regional
2 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Sembuh Setelah Jalani Isolasi

2 Pasien Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor Sembuh Setelah Jalani Isolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X