Diperiksa KPK, Sekda Kota Malang Ditanya Mekanisme Penganggaran

Kompas.com - 15/08/2017, 01:58 WIB
Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto seusai diperiksa oleh penyidik KPK di Polres Malang Kota, Senin (14/8/2017). KOMPAS.com/Andi HartikSekretaris Daerah Kota Malang, Wasto seusai diperiksa oleh penyidik KPK di Polres Malang Kota, Senin (14/8/2017).
|
EditorReni Susanti

MALANG, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto, terkait kasus suap pembahasan APBD yang melibatkan Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono.

Pemeriksaan dilakukan di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polres Malang Kota, Senin (14/8/2017). Wasto memasuki Ruang Rapat Utama Polres Malang Kota yang dijadikan ruang pemeriksaan sekitar pukul 10.00 WIB. Ia baru kelar diperiksa sekitar pukul 18.30 WIB. 

Wasto diperiksa sebagai saksi saat dirinya masih menjabat Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang.

"Saya ditanya soal mekanisme penganggaran tahun 2015 maupun 2018," kata Wasto setelah selesai pemeriksaan.

(Baca juga: Suap APBD Malang, KPK Periksa Pejabat Pemkot dan Anggota DPRD)

Dikatakannya, mekanisme yang ditanyakan penyidik adalah mekanisme penganggaran secara keseluruhan. Mulai dari pengajuan anggaran dari masing-masing SKPD hingga proses pembahasan dan sampai pada pengesahan.

"Seluruhnya. Namanya mekanisme berarti mulai proses pengusulan sampai pengesahan," katanya.

Terkait penganggaran proyek Jembatan Kedung Kandang yang berujung pada kasus suap terhadap Ketua DPRD Kota Malang, Wasto mengaku, proyek itu sudah ada sejak dalam pembahasan.

"Sesuai dengan usulan dari DPU (Dinas Pekerjaan Umum) dan itu dilakukan multiyears," katanya.

(Baca juga: KPK Sita Seluruh Berkas APBD Kota Malang)

Selain Wasto, sejumlah pejabat di Pemkot Malang juga turut diperiksa. Selain itu, pada kesempatan yang sama penyidik juga memeriksa Ketua Komisi B yang juga politisi PDI Perjuangan Abdul Hakim dan Ketua Komisi C Bambang Sumarto yang juga politisi Golkar.

Seorang wartawan media lokal di Malang, Lazuardi Firdaus juga turut dalam pemeriksaan.

Ketua Komisi B Abdul Hakim mengaku ditanya terkait kasus suap. Pihaknya juga ditanya tentang Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman yang menjadi tersangka pemberi suap. Namun Hakim mengaku tidak kenal dengan orang tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Belum Dapat Bantuan, Warga Kampar Arungi Banjir untuk Pergi Beli Makanan

Regional
Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Skywalker Via Ferrata Mount Parang Angkat Bicara Soal Kecelakaan yang Tewaskan AKPB Andi Nurwandy

Regional
Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Tiga Hari Terombang-Ambing di Laut, KM Lady Nathalia Berhasil di Temukan

Regional
Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Bocah 10 Tahun Asal Bandung Tewas Tenggelam di Pemandian Darajat Pass

Regional
Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Tiga Bayi Orangutan Ditemukan dalam Kardus di Pekanbaru, Diserahkan ke BBKSDA Riau

Regional
Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Bandara APT Pranoto Samarinda Kembali Operasi Senin, Tim Verifikasi Beri 2 Catatan

Regional
Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Pasutri Pemilik Biro Umrah Juga Pengelola Ponpes, Janjikan Umrah Gratis ke Puluhan Orang

Regional
Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Tipu Ratusan Korban, Keberadaan Suami Istri Pengelola Biro Umrah di Banyumas Masih Misterius

Regional
Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Bus Rombongan Peziarah Asal Bogor Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

4 Fakta Banjir di Dharmasraya: Satu Tewas, Korban Menyelamatkan Diri di Atas Pohon

Regional
4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

4 Kejadian Ambruknya Atap Sekolah di Berbagai Daerah: 2 Tewas, Siswa Terpaksa Belajar di Mushala

Regional
94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

94 Warga Diduga Keracunan Makanan Usai Acara Muludan di Sukabumi

Regional
Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Fakta Baru Hilangnya Bocah di PAUD, Keluarga Temukan Kejanggalan

Regional
BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

BMKG Selidiki Penyebab Gempa di Talaud

Regional
Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Jatuh dari Tebing, Jenazah AKBP Andi Nurwandi Dimakamkan Pagi Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X