Empat Bus Jemaah Calon Haji Brebes Kecelakaan Beruntun di Salatiga

Kompas.com - 12/08/2017, 17:00 WIB
Empat dari sembilan bus yang membawa jamaah calon haji asal Brebes mengalami tabrakan beruntun di jalan raya Salatiga-Boyolali, tepatnya di Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/8/2017) pagi. Arsip pribadi/ Bambang RudiyantoEmpat dari sembilan bus yang membawa jamaah calon haji asal Brebes mengalami tabrakan beruntun di jalan raya Salatiga-Boyolali, tepatnya di Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/8/2017) pagi.
|
EditorAmir Sodikin

UNGARAN, KOMPAS.com - Empat dari sembilan bus yang membawa jamaah calon haji asal Brebes, Jawa Tengah, mengalami tabrakan beruntun di Jalan Raya Salatiga-Boyolali, tepatnya di Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/8/2017) pagi.

Tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini, namun tiga armada yang membawa rombongan jamaah calon haji langsung diganti karena rusak.

Sedianya depalan bus pembawa jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) 52 Brebes ini akan menuju ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Salah seorang jamaah calon haji, Bambang Rudiyanto mengatakan, saat kejadian bus berjalan dengan kecepatan normal.

Sebagian besar jamaah sedang tertidur ketika tiba-tiba terdengar oleh suara benturan keras dari arah depan bus. Sontak para jamaah terbangun karena kaget dan berteriak mengucap takbir.

Baca juga: 12 Tahun Menabung, Petugas Kebersihan Ini Naik Haji Bersama Istrinya

"Saya di bus nomor tujuh di samping sopir, kalau saya masih terjaga. Tiba-tiba saja bus di depan berhenti lalu bus yang saya tumpangi menabrak bus nomor enam," kata Bambang, jemaah asal kecamatan Kersana, Brebes.

Setelah bus yang ditumpanginya menabrak bus di depannya, beberapa detik kemudian terdengar suara benturan dari arah belakang bus. Rupanya bus yang berjalan beriringan di belakangnya juga saling menabrak.

"Kaca depan pecah, tapi Alhamulillah semua selamat," jelasnya. Berdasarkan data unit laka Satlantas Polres Semarang, semua bus pembawa rombongan jemaah calon haji kloter 52 Brebes tersebut berasal dari Perusahaan Otobus (PO) Dedy Jaya.

Kanitlaka Satlanas Polres Semarang Ipda Supeno mengatakan, awalnya perjalanan sembilan bus dari Brebes dengan mobil patroli jalan raya (PJR) Polres Brebes ini sampai di Salatiga berjalan lancar.

Sekitar pukul 07.30 WIB, beberapa meter sebelum lokasi kejadian, rombongan bus nomor enam berusaha berbelok ke arah SPBU Safari Tengaran. Diduga pengemudi bus rombongan nomor enam, Johari, tidak memberikan informasi kepada rombongan bus di belakangnya, sehingga kecelakaan beruntun tidak terhindarkan.

"Karena jarak terlalu dekat maka terjadi laka lantas karambol. Tapi semuanya sudah melanjutkan perjalanan dengan bus pengganti," kata Supeno. Akibat kecelakan tersebut jalur utama Semarang-Solo sempat tersendat beberapa saat.

Sekitar pukiul 09.00 WIB semua rombongan jamaah calon haji kloter 52 Brebes yang sempat terhenti kembali melanjutkan perjalanan setelah PO Dedy Jaya mendatangkan bus pengganti.

Sekadar mengingatkan, pada musim haji tahun 2016 lalu di jalur yang sama juga terjadi kecelakaan beruntun bus jemaah haji. Saat itu lima dari enam bus rombongan calon haji kloter 70 terlibat kecelakaan karambol di Jalan Raya Klero-Tengaran, Kabupaten Semarang, Sabtu (3/9/2016) sekitar pukul 07.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X