Alasan Pemkot Magelang Tak Beri Rekomendasi Ojek "Online"

Kompas.com - 10/08/2017, 17:58 WIB
|
EditorReni Susanti

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang, Jawa Tengah, tidak memberikan rekomendasi operasional Go-Jek, salah satu ojek online di wilayah ini. Alasannya, karena tidak ada kesepakatan antara Go-Jek dengan angkutan konvensional.

Alasan itu pula yang menyebabkan Pemkot tidak bisa membuat peraturan daerah tentang ojek online seperti yang disebutkan dalam surat Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat nomor AJ.2016/1/1/DRJD/2017 tertanggal 5 April 2017.

"Surat Kemenhub menyebutkan bahwa Pemda bisa saja membuat peraturan sendiri terkait ojek online. Tapi salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah adanya kesepakatan antara dua pihak. Tapi kesepakatan itu tidak ada," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Sugiharto, Kamis (10/8/2017).

Menurutnya, Pemkot Magelang sudah membalas surat permohonan rekomendasi dari manajemen Go-Jek beberapa hari lalu. Dalam surat itu juga dijelaskan alasan Pemkot tidak memberikan rekomendasi.

(Baca juga: Terpisah 10 Tahun, Pengemudi Ojek Online Itu Ayah dari Penumpangnya)

 

"Jawaban resmi (untuk Go-Jek) yang saya tandatangani seperti itu," tandasnya.

Sugiharto tidak menampik ada dua sisi yang berlawanan terkait hadirnya ojek online. Satu sisi keberadaannya dibutuhkan masyarakat, tapi di sisi lain mempengaruhi angkutan umum yang sudah ada sebelumnya, seperti angkot, taksi dan ojek pangkalan (opang).

“Untuk menentukan sikap, bahkan kebijakan, banyak aspek yang harus kami lihat. Tidak bisa hanya dari satu sisi saja. Kami harus melihat regulasi yang ada, ada proses yang harus dilalui," ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Suryantoro memaparkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan apabila pemda akan mengeluarkan perda tentang penyelenggaraan angkutan sepeda motor alternatif. 

Perda harus mengacu pada UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, UU 23/2014 tentang Peraturan Daerah. Lalu memperhatikan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 26/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Layak Trayek.

(Baca juga: Masyarakat Magelang Butuh Ojek Online, Kenapa Kami Dilarang?)

 

Dia merincikan hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain tetap menjaga Kamtibmas; tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan yang lebih tinggi, norma, etika, dan kesusilaan; tidak memberikan sanksi pidana; tidak menimbulkan kewajiban berupa beban biaya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.