Warga di Jepara Keluhkan Air Sungai Menghitam dan Berbau Tak Sedap

Kompas.com - 10/08/2017, 06:55 WIB
Sungai Pecangaan di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berwarna kehitaman, sungai yang tak jauh dari pemukiman warga itu juga mengeluarkan aroma tak sedap,Rabu (9/8/2017). KOMPAS.com/Puthut Dwi PutrantoSungai Pecangaan di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah berwarna kehitaman, sungai yang tak jauh dari pemukiman warga itu juga mengeluarkan aroma tak sedap,Rabu (9/8/2017).

JEPARA, KOMPAS.com - Sungai Pecangaan di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga tercemar limbah industri.

Selain berwarna kehitaman, sungai yang tak jauh dari permukiman itu juga mengeluarkan aroma tak sedap.

Tokoh masyarakat Desa Karangrandu, Kholif Mukafi, mengatakan, dalam satu pekan ini bau menyengat kian menusuk hidung. Warga berharap ada perhatian dari pemerintah setempat menyusul sungai Pecangaan selama ini merupakan sumber kehidupan bagi mereka. Selain menjadi air baku, sungai ini juga dimanfaatkan sebagai irigasi pertanian. 

"Kondisi sungai sangat memprihatinkan. Warnanya menghitam dan baunya tidak enak. Dulunya sungai Pecangaan itu jernih," kata Mukafi, Rabu (9/8/2017).

Baca juga: Tercemar Tambang Batu Bara, Pantai di Aceh Barat Sepi Pengunjung

Mukafi mulai mengkhawatirkan kondisi kesehatan warga Desa Karangrandu lantaran sampai saat ini air sungai itu masih dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

"Warga tetap menggunakan sungai Pecangaan untuk keperluan sehari-hari, karena memang Sungai Pecangaan adalah sumber kehidupan bagi mereka," tutur Mukafi.

Menurutnya, selain Desa Karangrandu, ada desa lain yang juga turut merasakan dampak serupa. Di antaranya Desa Rengging, Pecangaan Wetan, Pecangaan Kulon, Gerdu, Kaliombo dan area persawahan Kecamatan Kalinyamatan. 

"Sungai Pecangaan melintasi beberapa desa. Warga sekitar pun mulai resah," ungkapnya.

Warga terdampak, sambung Mukafi, sempat menggelar pertemuan membahas permasalahan itu. Mayoritas warga menduga bahwa perubahan warna serta bau tak sedap di Sungai Pecangaan itu akibat pencemaran limbah industri garmen yang berlokasi di Desa Gemulung. 

"Harapan kami pemerintah turun ke lapangan dan mencarikan solusi agar permasalahan ini tuntas. Pencemaran Sungai Pecangaan ini sudah melampaui batas. Harus dicek ke industri bagaimana pengolahan limbahnya," tegasnya.

Baca juga: Lingkungan Tercemar Limbah, Guru dan Siswa Pakai Masker ke Sekolah

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara berencana menerjunkan tim untuk mengkaji lebih dalam masalah perubahan yang terjadi pada Sungai Pecangaan. Meski demikian, pihaknya sudah berupaya mengecek kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri garmen sekitar Sungai Pecangaan.

"Uji laboratorium buangan air limbah industri setempat menyebut hasilnya di bawah baku mutu atau masih bisa ditoleransi. Perubahan warna air tidak bisa dijadikan patokan jika air berbahaya. Kami masih menelusuri karena banyak sampah yang menumpuk di sungai juga," kata Kabid Penataan dan Penataan DLH Kabupaten Jepara, Aris Widjanarko.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X