9 Jam Geledah Balai Kota Malang, KPK Sita Buku APBD Tahun 2015

Kompas.com - 09/08/2017, 20:56 WIB
Salah satu penyidik KPK saat membawa koper berisi berkas setelah menggeledah sejumlah ruangan di Balai Kota Malang, Rabu (9/8/2017) KOMPAS.com / Andi HartikSalah satu penyidik KPK saat membawa koper berisi berkas setelah menggeledah sejumlah ruangan di Balai Kota Malang, Rabu (9/8/2017)
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah ruangan di Balai Kota Malang, Rabu (9/8/2017).

Dalam penggeledahan yang berlangsung selama sembilan jam itu, penyidik mengamankan sejumlah berkas, di antaranya buku Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang tahun 2015.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto, usai mendampingi penyidik KPK melakukan penggeledahan.

"(Yang disita) buku APBD tahun 2015" katanya.

Meski demikian, Wasto mengaku tidak mengetahui kasus yang tengah disidik oleh KPK.

"Tidak tahu. Buku APBD-nya diminta cuma begitu. Terkait dengan apanya saya tidak tahu," katanya.

(Baca juga: KPK Geledah Ruang Kerja Wali Kota Malang)

Wasto menyebutkan, dirinya hanya menyaksikan penyidik KPK yang tengah melakukan penggeledahan. Tidak ada proses tanya jawab antara dirinya dan penyidik KPK. Sehingga dirinya tidak tahu kasus yang tengah disidik.

"Saya tidak tahu. Siapa tersangka, siapa terlibat saya tidak tahu. Saya menyaksikan pada waktu pencarian dokumen," katanya.

Wasto juga tidak menyebutkan secara rinci dokumen apa saja yang diamankan penyidik KPK. Bahkan saat ruangannya digeledah, Wasto mengaku tidak mengetahui dokumen apa saja yang diamankan.

"Tidak tahu saya. Karena ruangan saya dokumen - dokumen disitu saya tidak tahu semuanya. Saya baru menempati," katanya.

(Baca juga: KPK Sebut Ada Penyelenggara Negara di Malang yang Jadi Tersangka)

KPK, lanjut dia, sedang melakukan pemeriksaan terkait APBD Kota Malang tahun 2015. Bahkan dirinya mengaku pernah diperiksa KPK terkait mekanisme penyusunan APBD tahun 2015.

Ketika itu dirinya masih menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

"Pernah dipanggil (KPK) tentang APBD tahun 2015 sebagai Kepala Bappeda. Diperiksa terkait mekanisme proses APBD sesuai dengan fungsi saya sebagai Kepala Bappeda," katanya.

Penyidik KPK menggeledah sejumlah ruangan di Balai Kota Malang, Rabu (9/8/2017). Ruangan yang digeledah di antaranya ruang kerja Wali Kota Malang M Anton, ruang Wakil Wali Kota Malang Sutiaji, ruang Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto dan sejumlah ruang asisten.

Pada saat yang bersamaan, tim penyidik KPK juga menggeledah Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu.

Kompas TV KPK Geledah Kantor Wali Kota Malang

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

Regional
Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Regional
Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Kronologi 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Seret Pelajar SMK dari Kelas, Kemudian Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Pemkot Semarang: Dengan Jaga Kerukunan, Warga Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Regional
Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Dua Mantan Pejabat Tinggi Tambelan Dukung Robby Maju di Pilkada Bintan

Regional
Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Pelajar SMK di Gowa Diseret dari Kelas oleh 4 Pria Ngaku Polisi, Dipukuli dan Dimasukkan ke Bagasi Mobil

Regional
Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Kisah Pria Gangguan Jiwa di Manggarai Timur, Lima Tahun Tinggal di Tebing Gua Penuh Sampah

Regional
Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Kesaksian Kodir Saat Selamatkan Belasan Siswa Korban Susur Sungai Sempor

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

[POPULER NUSANTARA] Pembina Pramuka Susur Sungai Diperingatkan Warga | Cemburu, Nenek 62 Tahun Tusuk Suami

Regional
Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Setelah Bunuh dan Curi Emas Milik Ibu Kos, Pria Ini Pelesir ke Bali dan Bayar Kos Pacar

Regional
4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

4 Fakta Penemuan Jenazah di Bondowoso, Mayat Tanpa Kepala hingga Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Cerita Putra Amrozi Pelaku Bom Bali I, Sempat Dikucilkan, Tak Ingin Anak Alami Hal Sama

Regional
BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

BNN Amankan 3 Juta Pil PCC dari Pabrik Narkoba di Lahan Pemkot Bandung

Regional
KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

KPK Soroti Pengelolaan Aset di Kepri Usai Rapat Evaluasi di Batam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X