Kompas.com - 09/08/2017, 20:02 WIB
Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah‎ menertibkan ratusan bangunan yang berdiri di sempadan saluran sekunder Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Rabu (9/8/2017). KOMPAS.com/Puthut Dwi PutrantoBalai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah‎ menertibkan ratusan bangunan yang berdiri di sempadan saluran sekunder Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Rabu (9/8/2017).
|
EditorErlangga Djumena

GROBOGAN, KOMPAS.com - Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Jawa Tengah merobohkan ratusan bangunan yang berdiri di sempadan saluran sekunder Mlilir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Rabu (9/8/2017).

Satu unit alat berat dioperasikan untuk menghancurkan satu per satu bangunan permanen yang dihuni oleh warga setempat itu. Puluhan petugas gabungan TNI, Polri dan Satpol PP diterjunkan untuk mengamankan proses perobohan bangunan.

Kepala Balai Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Bodri Kuto Provinsi Jateng, Indah Sulistyowati, mengatakan, bangunan yang dirobohkan telah menyalahi aturan karena menempati sempadan saluran. Pekan ini adalah batas waktu bagi penghuni bangunan untuk hengkang.

"Sesuai Peraturan Daerah Sempadan yang telah ditetapkan, keberadaan bangunan di sepadan sungai atau saluran sejatinya tidak diperbolehkan. Masuk zona terlarang," ucap Indah.

Menurut dia, selama ini saluran sekunder Mlilir kondisinya memprihatinkan. Sedimentasi yang  tinggi serta sampah menumpuk di tempat itu. Sehingga keberadaan aliran air di saluran serupa sungai itu tidak bisa berfungsi optimal.

"Jika ada bangunan kami tidak bisa melakukan normalisasi dan perawatan saluran. Karena selama ini selain tidak enak dipandang juga fungsi saluran tak maksimal karena banyak sampah bercecaran," kata dia.

Baca juga: Fosil Gajah Purba Menjadi Tujuan Wisatawan di Grobogan

Setidaknya terdapat 250 lebih bangunan liar yang berjajar sepanjang 7 kilometer. Mulai dari Desa Ginggangtani, Jeketro, Saban, Mlilir, Kemiri dan Tinanding.  Warga sekitar memanfaatkan sempadan sungai tersebut untuk mendirikan kios-kios. Seperti rumah makan, konter handphone, warung sembako, bengkel dan sebagainya.

Saat pembongkaran, warga terlihat pasrah. Mereka mengemasi dagangan hingga membongkar sendiri bangunannya. Seperti halnya Teguh Hendarto. Pedagang sembako yang biasa menjadi langganan warga Desa Jeketro itu tak berkutik ketika petugas menagih janji.

"Sudah disosialisasikan pada Maret lalu. Kami tak bisa berbuat apa-apa," ujar Teguh kepada Kompas.com.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X