Kompas.com - 09/08/2017, 19:53 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/3/2017). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/3/2017).
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus mengimbau agar perusahaan perbankan dan swasta melakukan kroscek terhadap dokumen nasabah atau pelamar kerja.

Hal itu disampaikan Yusri menyusul terbongkarnya sindikat pembuatan dokumen palsu di Tambora, Jakarta Barat, Selasa (8/8/2017) kemarin.

"Kami mengharapkan, setiap ada persyaratan-persyaratan yang menggunakan dokumen pribadi untuk dikroscek ulang. Yang kami khawatirkan kalau mereka mendaftar di perusahaan-perusahaan swasta ini yang memang harus diantisipasi oleh perusahaan swasta untuk bisa mengecek keaslian dan keabsahan dokumen setiap orang yang ingin melamar," ujar Yusri di Mapolrestabes Bandung, Rabu (9/8/2017).

Yusri menjelaskan, pihak perusahaan harus teliti melihat setiap dokumen pribadi karena akurasi keaslian dokumen palsu tersebut sulit terdeteksi.

"Akurasinya sangat sangat tipis kalau kita melihat aslinya ini betul-betul rapi," kata Yusri.

(Baca juga: Dokumen Palsu yang Diproduksi di Tambora Sulit Terdeteksi di Labfor)

Tak hanya dokumen ijazah, para pelaku juga ahli dalam membuat sertifikasi guru dan dokumen lain seperti KTP elektronik, surat kelakuan baik dari kepolisian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Rupanya ini sindikat besar. Mereka bisa membuat sertifikat tanah, ada juga KTP elektronik bahkan ada surat kelakuan baik dari kepolisian dia palsukan," tuturnya.

Yusri menjelaskan, kasus tersebut terungkap setelah Polda Jawa mendapat laporan dari salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) tentang adanya dugaan kebocoran dana sekitar Rp 36 miliar.

Setelah ditelusuri, polisi menemukan adanya dokumen palsu berupa sertifikasi guru. Setelah dilakukan pengembangan, polisi akhirnya menemukan rumah pembuat dokumen palsu di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

"Saat ini, sudah 13 orang yang kita amankan dalam kasus 372 dan 378 penggelapan dan pemalsuan dokumen. Modusnya dengan memalsukan sertifikasi guru di Jawa barat kemudian menggadaikan ke BPR sebesar Rp. 80 juta per satu sertifikasi," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X