Kisah Wak Din yang Terombang-ambing di Laut Selama 6 Hari

Kompas.com - 09/08/2017, 16:34 WIB
Jamaluddin akrab disapa Wak Din, nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Lhokseumawe enam hari lalu Kompas.com/MasriadiJamaluddin akrab disapa Wak Din, nelayan yang dilaporkan hilang di perairan Lhokseumawe enam hari lalu
|
EditorErlangga Djumena

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Jamaluddin akrab disapa Wak Din, disambut haru oleh warga kampungnya Desa Bluka Teubai, Kecamatan Muara Satu,Kota Lhokseumawe, Selasa (8/8/2017) malam. Semua warga menyalaminya, sebagian memeluk.

Wajar saja, pria paruh baya itu dilaporkan hilang di periaran Kota Lhokseumawe sejak 3 Agustus 2018 lalu. Tiba-tiba Wak Din datang dalam kondisi sehat, diantar oleh sejumlah nelayan lainnya.

Sang istri, Asrifah dan putra semata wayangnya Asriful turut menyambut penuh suka cita. Dia lalu duduk sebentar di pos jaga bersama warga lainnya. Berkisah bagaimana dia bertahan melawan dinginnya angin, derasnya ombak dan perut nan keroncongan selama terapung enam hari di laut lepas.

Wak Din dikenal tangguh melaut. Baginya, laut sumber kehidupan. Dengan perahu2 gross tonnage (GT), Wak Din menjelajah samudera. Lambung kapal ditulis bek kendo (jangan kendur) menandakan semangatnya mengarungi laut lepas.

Namun, pada 4 Agustus 2017, mesin perahunya mati total. Berbagai upaya dilakukan untuk menghidupkan mesin itu gagal. Perahu pun terombang-ambing. “Pernah sehari saya melihat bayangan. Saya berteriak, lalu berupaya mengayuh boat ke arah bayangan itu. Sayangnya, bayangan itu yang ternyata kapal lainnya tak melihat saya dan mereka semakin menjauh,” ucapnya.

Baca juga: Seorang Nelayan Lhokseumawe Dilaporkan Hilang di Laut

Dia mengira ajalnya tak lama lagi. Baru hari kelima, Wak Din melihat sebuah kapal tak jauh dari lokasinya. “Saya berteriak, mencoba mengayuh agar dekat ke kapal mereka. Beruntung mereka melihat saya dan menyelamatkan saya. Saya berterima kasih pada Pawang Bolo yang membantu saya di laut,” katanya.

Selama berhari-hari di laut, persediaan air dan makanan habis.  Wak Din terpaksa mengosumsi air laut yang justru semakin membuatnya haus. “Ikan yang ada sempat saya panggang di boat. Untuk menahan lapar,” katanya.

Sementara keluarga di rumah pun khawatir karena Wak Din tidak pulang.  Biasanya, dua atau tiga hari melaut Wak Din telah kembali. Keluarga pun melapor ke Polsek Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Wak Din sendiri saat ditemukan posisinya sekitar 36 mil dari perairan Lhokseumawe. Karena terlalu jauh melaut, kapal yang menyelamatkannya tak bisa mengabarkan kondisi Wak Din yang telah ditemukan dalam keadaan selamat.

Semalam, penantian keluarga berkahir bahagia. Wak Din kembali ke rumah dalam kondisi selamat. Wajahnya tampak lelah namun semburat kebahagiaan terlihat jelas di wajahnya.

Sebelumnya diberitakan Wak Din hilang diperairan Lhokseumawe. Polsek Muara Satu telah melakukan pencarian bersama tim Seacrh and Rescue Lhokseumawe dan sejumlah pihak lainnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

4 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Semarang, Satu Orang Tewas

Regional
4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

4 Bocah Ini Nekat Jadi Begal, Korbannya Dihajar Ramai-ramai, Motor Dijual untuk Pesta Miras

Regional
Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Pedagang Pasar Gede dan Klewer Solo Bakal Divaksin Covid-19 Lusa

Regional
Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Kronologi 2 Maling Motor Ditembak karena Melawan Polisi Pakai Celurit

Regional
Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Begini Upaya Pemkab Wonogiri Bujuk Warga Lansia agar Mau Divaksin Covid-19

Regional
Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar 'Open House' dan Syukuran Usai Dilantik

Bupati Terpilih Wonogiri Tak Gelar "Open House" dan Syukuran Usai Dilantik

Regional
Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Mantan Kades di Bogor Jadi Tersangka Korupsi Dana Desa Rp 905 Juta

Regional
Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Harapan Warga Surabaya kepada Eri Cahyadi-Armuji dalam Memimpin Kota Pahlawan...

Regional
Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Warga Banjarmasin Temukan Mortir Diduga Peninggalan Belanda

Regional
Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Kakek Paksa Cucu Berhubungan Intim dengan Tetangga Sambil Menonton

Regional
Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Tegang Jelang Dilantik, Eri Cahyadi: Takut Betul dengan Tanggung Jawab...

Regional
Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Melawan Polisi Pakai Celurit, 2 Pencuri Motor Ditembak

Regional
Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Usai Laporkan Wakilnya ke Polisi, Wali Kota Tegal Fokus ke Pelayanan Publik

Regional
Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Mantan Kades Terseret Banjir, Jenazahnya Ditemukan 2 Hari Kemudian, Hanyut 10 Kilometer

Regional
Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Dukcapil Siap Ganti Dokumen Kependudukan Korban Banjir Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X