Dua Musisi Kelas Dunia Bakal Tampil di Konser Musik Klasik Kota Ambon

Kompas.com - 09/08/2017, 13:11 WIB
Pemain biola Iskandar Widjaja-Hadar, tampil dalam konser Musik yang Membebaskan di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta, (27/11/2014). Dalam konser ini Iskandar juga berkolaborasi dengan pianis Christine Utomo dan anak-anak pinggiran dari komunitas Ciliwung Merdeka. Kompas.com / RODERICK ADRIAN MOZESPemain biola Iskandar Widjaja-Hadar, tampil dalam konser Musik yang Membebaskan di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Jakarta, (27/11/2014). Dalam konser ini Iskandar juga berkolaborasi dengan pianis Christine Utomo dan anak-anak pinggiran dari komunitas Ciliwung Merdeka.
|
EditorFarid Assifa

AMBON, KOMPAS.com - Untuk pertama kali konser musik klasik bakal segera digelar di Kota Ambon. Konser musik yang mengangkat tema "Ale Rasa Beta Rasa" ini akan menghadirkan dua musisi kelas dunia, yakni Ary Sutedja dan Iskandar Widjaja, violinis asal Jerman berdarah Maluku.

Duet kedua maestro ini direncanakan berlangsung di Auditorium Universitas Pattimura Ambon pada Senin (14/8/2017) pekan depan dengan prediksi penonton sebanyak 1.500 orang.

Baca juga: Kikuk Menikmati Musik Klasik di Jakarta

Mark Ufie, Head Production Amazing Maluku selaku penyelenggara konser mengatakan, musik klasik selama ini menjadi salah satu genre yang tak banyak dihadirkan di Kota Ambon.

Musik aliran ini berbeda dengan jazz, pop, hip-hop yang jamak didengar serta sering mendapat panggung untuk pentas di Ambon.

Karena itu, pihaknya akan menggelar konser musik klasik di kota Ambon.

”Konser seperti ini merupakan sesuatu yang baik. Apalagi di Ambon cukup jarang menggelar konser musik klasik,” sebut Mark Ufie melalui rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (9/8/2017).

Dia mengaku kedua musisi tersebut bakal menghadirkan nuansa klasik nan elegan dalam konser musik klasik bertema "Ale Rasa Beta Rasa" itu.

Dia memaparkan, Ary merupakan founder dari Jakarta yang telah menggelar konser dan program musik lebih dari 2.000 kali di empat benua.

Peraih Outstanding Achievement in Music serta pemenang “The Peggy and the Yale Gordon Foundation Scholarship itu akan berduet dengan Iskandar.

“Iskandar mulai belajar bermusik sejak usia empat tahun. Skill bermusiknya teruji dengan meraih 'Best Bach' dan 'Best Beethoven' sonatas di the XXI Concorso Violinistico Internazionale Andrea Postacchini,” ujarnya.

Kelihaian gesekan dawai biola Iskandar, kata Mark Ufie, juga mendapat pujian di mata internasional. Album ketiganya "Tango Fuego" menjadi album klasik terlaris pada 2014 serta album yang mendapat review terbaik pada The German Press.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X