Patung Raksasa di Tuban Ditutupi Kain Putih

Kompas.com - 08/08/2017, 17:27 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, dengan menggunakan  alat berat crane menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen  dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, Minggu (6/8/2017). Patung setinggi 30,4 meter itu ditutup dengan kain oleh pengurus kelenteng karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat atas patung itu. ANTARA FOTO/AGUK SUDARMOJOPetugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Tuban, Jawa Timur, dengan menggunakan alat berat crane menutup patung Dewa Perang Kongco Kwan Sing Tee Koen dengan kain putih di Kelenteng Kwan Swie Bio, Minggu (6/8/2017). Patung setinggi 30,4 meter itu ditutup dengan kain oleh pengurus kelenteng karena adanya penolakan dari sejumlah elemen masyarakat atas patung itu.
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com - Patung raksasa dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen di Kelenteng Kwan Sing Bio, Tuban, Jawa Timur, yang sedang diperdebatkan keberadaannya kini ditutupi kain putih.

Kabag Humas dan Media Pemerintah Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, mengatakan, pengelola kelenteng sudah berinisiatif menutup sementara patung tersebut dengan kain putih.

"Syukur, sebelum kami minta agar ditutup, pengelola patung sudah memiliki inisiatif untuk menutup patung terlebih dahulu sejak 2 hari lalu," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (8/8/2017).

Agus mengatakan, Pemkab Tuban memastikan bahwa tidak ada masalah dengan keberadaan patung yang dinobatkan sebagai patung dewa terbesar se-Asia Tenggara oleh MURI itu di Tuban. Namun, menurut Agus, patung tersebut belum memiliki izin resmi.

Pihak Pemkab Tuban mengatakan, pengelola kelenteng sebenarnya sudah mengajukan permohonan izin bangunan. Namun dokumen yang dikirim belum kunjung lengkap.

(Baca juga: Jangan Besar-besarkan Polemik Patung Raksasa di Kelenteng Tuban)

Menurut Agus, pihaknya sudah mengirimkan surat teguran kepada pengelola kelenteng agar segera melengkapi syarat administrasi dan dokumen sehingga izin bisa segera dikeluarkan.

"Pihak kelenteng sudah mengajukan izin, namun syaratnya belum lengkap, akhirnya izin belum keluar sampai sekarang," kata Agus, Selasa.

Agus juga mengatakan, Pemkab Tuban sempat heran karena meski pengurusan izin bangunan belum rampung, mereka sudah menerima surat undangan peresmian patung setinggi lebih dari 40 meter tersebut pada 17 Juli lalu. Sejumlah pejabat, lanjut dia, hadir dalam acara tersebut, termasuk Ketua MPR, Zulkifli Hasan.

Patung dewa yang dinobatkan terbesar se-Asia Tenggara oleh MURI itu, lanjut Agus, sampai saat ini ditutup kain raksasa berwarna putih.

(Baca juga: Massa Unjuk Rasa Desak Patung Megah di Kelenteng Tuban Dirobohkan)

Soal dampak sosial akibat polemik patung tersebut, Pemkab Tuban akan mengagendakan rapat khusus dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kabupaten Tuban. Kemarin, massa berbagai elemen menggelar aksi protes di depan gedung DPRD Jatim di Surabaya.

Mereka mendesak agar patung tersebut segera dirobohkan karena tidak terkait dengan sejarah bangsa Indonesia. Massa sempat memperingatkan agar patung dirobohkan dalam waktu 7 kali 24 jam. Jika tidak, massa akan merobohkan sendiri patung dimaksud.

(Baca juga: Pengurus Kelenteng Tuban: Kami Hanya Ingin Indonesia Damai)

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lima Pasien Positif Corona asal Magetan Sembuh, Salah Satunya Ada Anak Usia 10 Tahun

Lima Pasien Positif Corona asal Magetan Sembuh, Salah Satunya Ada Anak Usia 10 Tahun

Regional
Pasien Positif Covid-19 yang Mengamuk Saat Dievakuasi Terpaksa Diisolasi Mandiri

Pasien Positif Covid-19 yang Mengamuk Saat Dievakuasi Terpaksa Diisolasi Mandiri

Regional
'Mereka Mencoba Ketegasan Kami, Dibubarkan atau Tidak'

"Mereka Mencoba Ketegasan Kami, Dibubarkan atau Tidak"

Regional
Sepekan, ODP Covid-19 di Kabupaten Landak Melonjak Jadi 1.480 Orang

Sepekan, ODP Covid-19 di Kabupaten Landak Melonjak Jadi 1.480 Orang

Regional
Bagaimana KKB Bisa Menyusup dan Lakukan Penembakan di Sekitar Freeport Kuala Kencana Timika?

Bagaimana KKB Bisa Menyusup dan Lakukan Penembakan di Sekitar Freeport Kuala Kencana Timika?

Regional
Siapkan Dana Rp 75 Miliar, Pemkot Bandung Kesulitan Cari Sembako dan Alkes

Siapkan Dana Rp 75 Miliar, Pemkot Bandung Kesulitan Cari Sembako dan Alkes

Regional
Kisah Polisi Tasikmalaya Bantu Ibu Melahirkan di Pinggir Jalan Mendapat Apresiasi Kapolda Jabar

Kisah Polisi Tasikmalaya Bantu Ibu Melahirkan di Pinggir Jalan Mendapat Apresiasi Kapolda Jabar

Regional
Pedagang Tetap Jualan meski Pasar Ditutup, Polisi: Mereka Menguji Ketegasan Kami

Pedagang Tetap Jualan meski Pasar Ditutup, Polisi: Mereka Menguji Ketegasan Kami

Regional
Sejumlah Desa di Pekalongan Larang Masuk 'Bank Tongol' hingga Debt Collector

Sejumlah Desa di Pekalongan Larang Masuk 'Bank Tongol' hingga Debt Collector

Regional
Fakta Tibanya 316 Pekerja dari Italia di Bali, Jalani Rapid Test hingga Tak Dikarantina

Fakta Tibanya 316 Pekerja dari Italia di Bali, Jalani Rapid Test hingga Tak Dikarantina

Regional
39 TKA China yang Masuk Bintan Dipulangkan Bertahap, Baru 10 Orang yang Terbang ke Jakarta

39 TKA China yang Masuk Bintan Dipulangkan Bertahap, Baru 10 Orang yang Terbang ke Jakarta

Regional
Satu Pasien PDP Corona di Pekanbaru Meninggal Dunia

Satu Pasien PDP Corona di Pekanbaru Meninggal Dunia

Regional
Warga Sumsel yang Nekat Mudik dari Zona Merah Corona Akan Dijadikan ODP

Warga Sumsel yang Nekat Mudik dari Zona Merah Corona Akan Dijadikan ODP

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kalbar Bertambah Jadi 10 Orang

Pasien Positif Covid-19 di Kalbar Bertambah Jadi 10 Orang

Regional
Cegah Pemudik, 2 Desa di Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Karantina Mandiri

Cegah Pemudik, 2 Desa di Kabupaten Tasikmalaya Lakukan Karantina Mandiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X