Kompas.com - 07/08/2017, 17:11 WIB
Beberapa calon guru masih mendapat perawatan di RS Faisal, Senin (7/8/2017). KOMPAS.com/Hendra CiptoBeberapa calon guru masih mendapat perawatan di RS Faisal, Senin (7/8/2017).
|
EditorReni Susanti

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sebanyak 52 dari 200 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) harus mendapatkan perawatan medis di dua rumah sakit berbeda di Kota Makassar. Mereka dirawat karena diduga keracunan makanan di asrama Universitas Negeri Makassar (UNM).

Ke-200 lebih mahasiswa dan alumni ini merupakan calon guru dari berbagai universitas se-Indonesia. Mereka tengah mengikuti kuliah tambahan program Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Selama mengikuti program PPG Kemenristekdikti, mereka diasramakan di kampus UNM. Setelah menyantap makanan yang disajikan katering asrama, 52 orang calon guru ini muntah dan lemas. Mereka diduga keracunan makanan pada Sabtu (5/8/2017).

52 calon guru ini kemudian dilarikan ke RS Faisal dan RS Bhayangkara. Saat ditemui di RS Faisal, tinggal 17 pasien keracunan makanan yang masih dirawat. Sedangkan pasien yang dirawat di RS Bhayangkara, tersisa 2 orang.

(Baca juga: Diduga Keracunan Bakso Bakar, Belasan Anak Dilarikan ke Puskesmas)

 

"Awalnya kita kira makanan tambahan yang dibawa ke Tanjung ada mengandung racun, tapi ternyata teman-teman yang tidak ikut ke lokasi ternyata keracunan juga. Jadi diduga kuat makanan dari katering asrama UNM," ujar salah satu korban keracunan, Hastuti (25) saat ditemui di RS Faisal, Senin (7/8/2017).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Islam Faisal, dr Andi Tenri Jaja mengaku menerima korban keracunan sebanyak 38 orang sejak Sabtu siang. Dari jumlah itu, 17 orang di antaranya langsung diopname. Sisanya, 21 orang rawat jalan.

"12 laki-laki dan 26 orang perempuan korban keracunan yang kita layani. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk menyelidiki kasus keracunan di asrama kampus UNM," ucap Andi.

"Bukan domainnya rumah sakit untuk ambil contoh makanan, nanti Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan sudah datang kesini, tapi pihak kepolisian belum ada yang datang," tambahnya.

Andi mengungkapkan, kasus keracunan makanan dari asrama kampus UNM bukan kejadian pertama. Juli lalu, kasus keracunan juga terjadi dan rata-rata korban di rawat di RS Faisal.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X