Perdagangan Satwa Liar Disebut Mirip Peredaran Narkoba

Kompas.com - 07/08/2017, 15:37 WIB
Kucing hutan dan alap-alap yang dilindungi berhasil diselamatkan dari praktik penjualan satwa liar di DI Yogyakarta. Hewan tersebut dititiprawatkan di kantor Wildlife Rescue Centre (WRC) Yogyakarta, Dusun Paingan, Desa Sendangsari, kecamatan Pengasih, kabupaten Kulon Progo, Senin (7/8/2017). KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SKucing hutan dan alap-alap yang dilindungi berhasil diselamatkan dari praktik penjualan satwa liar di DI Yogyakarta. Hewan tersebut dititiprawatkan di kantor Wildlife Rescue Centre (WRC) Yogyakarta, Dusun Paingan, Desa Sendangsari, kecamatan Pengasih, kabupaten Kulon Progo, Senin (7/8/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seorang warga Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, W (37), menjadi tersangka kasus perdagangan satwa liar yang dilindungi. W menjual satwa liar secara online dan mengirimkannya melalui jasa pengiriman barang jalur darat.

Kasi Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah II Tri Saksono meminta perusahaan jasa pengiriman barang untuk selalu mengecek satwa yang akan dikirim.

Sebab, sambung dia, maraknya perdagangan satwa liar dipicu ketidaktahuan perusahaan jasa pengiriman barang terhadap kategori hewan yang dikirim.

"Kalau lewat bandara, ada balai karantina yang bekerjasama dengan kami untuk mengawasi pengiriman satwa liar yang dilindungi. Makanya banyak perdagangan satwa liar ini menggunakan jasa pengiriman barang jalur darat," kata Tri di Kulon Progo, Senin (7/8/2017).

(Baca juga: Belasan Hewan Dilindungi Selamat dari Penjualan Satwa Liar di DIY)

 

Tri mengungkapkan, perdagangan satwa liar secara online sudah menjadi tren selama lima tahun terakhir. Dalam setahun terakhir saja, pihaknya mengungkap 16 kasus perdagangan satwa liar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Terakhir paling besar kami berhasil selamatkan 17 ekor Elang Jawa. Semua sudah dikirim ke Kamojang untuk dititiprawatkan," ucap Tri.

Modus yang dilakukan, memasarkannya melalui media sosial, ada aplikasi pesan singkat ponsel pintar. Pembeli yang berminat harus menyerahkan sejumlah uang sebelum satwa liar yang dipesan dikirim melalui jasa pengiriman barang.

"Jalur ekspedisi ini yang harus diperkuat. Perusahaan jasa pengiriman barang harus selektif dan sering melakukan pengecekan untuk memutus rantai perdagangan satwa liar ini," tutur Tri.

(Baca juga: Per Hari, 1.500 Kendaraan Melintasi Hutan TNBBS Mengganggu Satwa Liar)

Tri menjelaskan, cara kerja perdagangan satwa liar ini memang seperti peredaran narkoba. Para pelakunya, sambung dia, berjejaring dan memiliki kode-kode tertentu jika ada rekannya yang tertangkap.

Selain itu, para pelaku perdagangan satwa liar memiliki grup di media sosial dan aplikasi pesan singkat di ponsel pintar. Menurutnya, rekan-rekannya yang berada di satu grup langsung keluar jika ada rekannya yang tertangkap.

"Kemarin kami juga coba menangkap pemasok satwa liar ke W, tapi belum rezekinya karena tidak disangka pemasok mengenal W sehingga langsung kabur ketika kami ajak janjian bertemu. Waktu itu kami tidak ajak W untuk bertemu dengan pemasoknya," tutupnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Cegah Masuknya Virus Corona, Pemkab Tolitoli Tutup Jalur Masuk Wilayah Itu

Regional
Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Peta Sebaran Covid-19 di Denpasar Dibuka, 91 ODP di 33 Kelurahan, 2 Kasus Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X