Pukul Kepala Guru Pakai Kayu, Siswa SMP Dikeluarkan dari Sekolah

Kompas.com - 07/08/2017, 09:51 WIB
Muhtar, guru SMP Bambanglamotu menceritakan kronologi kejadian hingga dirinya dianiaya siswanya dengan balok kayu, Senin (7/8/2017). KOMPAS.com/ JunaediMuhtar, guru SMP Bambanglamotu menceritakan kronologi kejadian hingga dirinya dianiaya siswanya dengan balok kayu, Senin (7/8/2017).
|
EditorFarid Assifa

MAMUJU UTARA, KOMPAS.com - FD (15), seorang siswa SMP Bambanglamotu, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, akhirnya dikeluarkan dari sekolah, karena menganiaya gurunya, Muhtar, Senin (7/8/2017).

Pelaku sempat dilaporkan ke polisi, namun korban yang dianiaya dengan dipukul pakai balok kayu mencabut laporan polisi dan memaafkan FD.

Baca juga: Pukul Guru, Orangtua dan Anaknya Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Muhtar, yang ditemui di ruangan kelas saat kembali mengajar, menceritakan kronologi penganiayaan. Muhtar bahkan memeragakan bagaimana siswanya, FD menghantam leher dan kepalanya dengan balok kayu dari arah belakang saat korban sedang mengajar.

“Saya menghadap ke siswa di dalam kelas, tiba-tiba dari arah belakang FD datang membawa kayu dan menghantam punggung dan kepala saya dengan balok kayu,” ujar Muhtar.

Setelah menganiaya gurunya, pelaku kemudian kabur melalui belakang sekolah ke areal perkebunan sawit tak jauh dari lokasi kejadian.

Insiden penganiayan ini diduga pelaku FD tersinggung karena ditegur sang guru agar lebih disiplin ke sekolah demi meningkatkan prestasi belajarnya. Namun teguran sang guru ini rupanya tak diterima oleh FD.

Aparat Polsek Bambanglamotu kemudian menangkap FD setelah menerima laporan dari korban. FD akhirnya ditahan di kantor Polsek Bambanglamotu.

Terkait perbuatan pelaku, Kepala SMP Bambanglamotu, Suraian mengatakan, pihaknya menyatakan menolak menerima kembali FD untuk bersekolah. FD dikembalikan kepada kedua orangtuanya.

Baca juga: Wali Kota Makassar Sesalkan Larangan Sekolah bagi Siswa yang Pukul Guru

Suriana saat didampingi Muhtar, kepada sejumlah media, Senin hari ini menyatakan angkat tangan mendidik FD. Dia juga mengaku khawatir FD membuktikan ancamannya untuk membalas dendam kepada gurunya setelah keluar dari kantor polsi. Apalagi, FD saat itu sempat mengajak teman-temannya untuk menganiaya guru, namun tak digubris.

“Pihak sekolah dan korban sudah memaafkan serta akan mencabut laporan polisinya karena yang bersnagkutan masih kategori anak. Namun pembinaannya kita serahkan atau kembalikan ke pihak orangtua,” kata Suriana.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Ganjar Usulkan Penderita Diabetes dan Hipertensi Pakai Gelang Khusus

Regional
Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Hujan Deras di Kawasan Puncak Bogor, Depan Mapolsek Megamendung Sempat Terendam

Regional
15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

15 Tenaga Medis RSUD Madiun Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Rekan Kerja

Regional
Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Gubernur Sulsel soal Pilkada di Tengah Pandemi: Kita Harap Tak Ada Klaster Baru

Regional
Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Buat Obat Kumur dari Daun Kelor, 3 Siswi Raih Medali di Kompetisi Internasional

Regional
Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Kembali Berulah, 2 Napi Asimilasi Lapas Pati Terancam Dijebloskan ke Nusakambangan

Regional
Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Banjir Bandang Landa Cicurug Sukabumi, 12 Rumah Hanyut, 85 Terendam

Regional
Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Peserta Balap Lari Liar di Solo Diancam Hukuman Membersihkan Sungai

Regional
Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Cianjur Punya Tim Khusus Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan, Ini Tugasnya

Regional
Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Guru Positif Corona di Jepara Meninggal, Sekolah ditutup dan Digelar Swab Massal

Regional
25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

25 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Solo

Regional
Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Permohonan Jerinx untuk Ganti Majelis Hakim Ditolak

Regional
Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Respons Gibran dan Calon Lawannya soal Desakan Penundaan Pilkada

Regional
Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Wabah Belum Berakhir, Tempat Hiburan Malam di Makassar Sudah Kembali Buka

Regional
Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Banjir Bandang Terjang Cicurug Sukabumi, 2 Warga Dilaporkan Hanyut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X