Menunggu Langkah Tegas Menteri Luhut soal Pencemaran Laut Timor

Kompas.com - 07/08/2017, 07:45 WIB
Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara Ferdi Tanoni, saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan Dokumen Ferdi TanoniKetua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara Ferdi Tanoni, saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan
|
EditorFarid Assifa

KUPANG, KOMPAS.com - Belasan ribu nelayan yang tinggal di pesisir pantai di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini masih menunggu sikap tegas dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Pemerintah Australia dan perusahaan PTTEP terkait pencemaran Laut Timor.

Ketua Tim Advokasi Rakyat Korban Montara, Ferdi Tanoni mengatakan, langkah tegas pemerintah RI terhadap Australia dan PTTEP sudah dinantikan rakyat selama delapan tahun dan baru terwujud saat Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Pada Selasa (1/8/2017), kemarin, Pak Luhut mengatakan akan mengambil langkah tegas dalam penyelesaian kasus pencemaran minyak di perairan Laut Timor, NTT, karena insiden ledakan di ladang migas Montara di Australia Tahun 2009 lalu," kata Ferdi kepada Kompas.com, Minggu (6/8/2017).

Baca juga: Bupati Kupang Sebut Pencemaran Laut Timor Kejahatan Internasional

Menteri Luhut, lanjut Ferdi, telah mengirim utusannya pekan lalu untuk meninjau langsung area kerusakan akibat insiden itu. Menurut Ferdi, Menteri Luhut juga akan mengejar penyelesaian kasus itu. Terlebih, gugatan class action petani rumput laut asal NTT di Pengadilan Federal Australia.

Menteri Luhut juga, sambung Ferdi, sudah mencoba menghubungi Jaksa Agung Australia, George Brandis, guna meminta dukungan mereka untuk mempercepat prosesnya.

"Sikap tegas, tepat dan cepat dalam menanggapi kasus petaka tumpahan minyak Montara di Laut Timor ini baru pertama kali dirasakan rakyat korban semenjak petaka ini terjadi delapan tahun silam," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Langkah tegas Pak Luhut Pandjaitan yang meminta Pemerintah Australia untuk turut bertanggung jawab menyelesaikan kasus ini sudah sangat tepat dan benar sekali," sambungnya.

Baca juga: Pemerintah Didesak Terapkan Diplomasi Tegas soal Pencemaran Laut Timor

Ferdi berharap, kasus petaka pencemaran laut Timor ini bisa segera diselesaikan hingga tuntas, sehingga masyatakat di NTT bisa mendapatkan keadilan.

Kompas TV Destinasi wisata nasional Danau Toba di Sumatera Utara, yang hendak didesain sebagai "Monaco of Asia", menghadapi tantangan pencemaran air. Pencemaran ini mengakibatkan hewan sejenis lintah di perairan danau ini menyebar hingga ke daratan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.