Kompas.com - 04/08/2017, 10:18 WIB
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito KOMPAS.com/Ika FitrianaWali Kota Magelang Sigit Widyonindito
|
EditorReni Susanti

MAGELANG, KOMPAS.com - Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito keukeuh dengan keputusannya untuk tidak memberi rekomendasi dan izin operasi ojek daring di wilayahnya. Sigit berdalih keputusannya untuk melindungi keberadaan angkutan kota (angkot).

Menurutnya, Kota Magelang bukan kota metropolitan yang mendesak perlu transportasi berbasis aplikasi itu. Angkot dinilai sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan fasilitas transportasi.

“Ya ngeman (sayang) yang sudah ada, kota kita kan bukan Kota Metropolitan. Yang sudah ada, kita melindungi yang sudah ada, supaya bisa eksis,” kata Sigit, Kamis (3/8/2017) petang.

Sigit tidak menampik bahwa teknologi adalah keniscayaan yang terjadi era kini. Apalagi keberadaan ojek maupun taksi online sangat membantu dan harga tarifnya lebih murah. Namun Sigit juga ingin melindungi angkot yang sudah resmi dilindungi undang-undang.

(Baca juga: Diprotes, Pemkot Magelang Akhirnya Larang Ojek Online Beroperasi)

“Saya ngerti, saya ngerti, secara pribadi ngerti, saya tetap melindungi yang sudah ada. Yang memang terpaut lebih murah, tapi yang sudah ada legal,” ujarnya.

Dia bercerita, kebijakan serupa juga pernah diterapkan sekitar 7 tahun yang lalu. Ketika itu ada beberapa pihak yang merayunya untuk tetap melenggangkan pembangunan pasar atau toko modern berjejaring di wilayah kota sejuta bunga ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi Sigit bersikukuh toko modern berjejaring hanya akan mematikan warung-warung milik rakyat.

"Saya ngeman rakyatku yang ada di kampung-kampung yang punya warungan itu. Begitu ada pasar modern, warung di belakang sepi semua, ya pasti to. Ya dia butuh makan, butuh ekonominya meningkat, butuh menyekolahnya,” ucap dia.

(Baca juga: Awak Angkot di Magelang Tolak Ojek Online)

Sigit menegaskan, Pemerintah Kota Magelang tidak memberikan izin dan rekomendasi terhadap keberadaan ojek online berbasis aplikasi tersebut. Meski demikian, pihaknya akan mengkaji lagi terkait fitur atau aplikasi yang mungkin bisa diterapkan kepada angkot.

“Ya nggaklah, saya ngeboti (lebih berat/berpihak) rakyat. Ya nggaklah, baik izin maupun rekomendasi. Jangan di Kota Magelang-lah,” tegasnya.

Seperti diketahui, ojek online akhirnya dilarang beroperasi di Kota Magelang, Jawa Tengah. Hal itu menyusul aksi protes yang dilakukan para awak angkutan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Awak Angkutan Magelang (Forkam) beberapa waktu lalu.

Forkam merasa keberatan dengan adanya ojek online karena telah menambah keterpurukan load factor mereka. 

Kompas TV Kopi Tuku Makin Laris Seusai Disambangi Presiden
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.