Pasca-penangkapan 93 WNA China, Polisi Jangan Sungkan ke Rumah Besar

Kompas.com - 03/08/2017, 08:54 WIB
Kapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin meresmikan Madiun Command Center di Mapolres Madiun, Rabu (2/8/2017). KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiKapolda Jatim, Irjen Machfud Arifin meresmikan Madiun Command Center di Mapolres Madiun, Rabu (2/8/2017).
|
EditorReni Susanti

MADIUN, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin meminta anggotanya tidak lagi sungkan mendatangi rumah-rumah besar yang dicurigai pasca-tertangkapnya 93 warga negara asing ( WNA) berkebangsaan China dan Taiwan.

Ke-93 warga asing tersebut ditangkap dalam kasus kejahatan cyber di Perumahan Graha Family di Surabaya.

"Kasus kemarin menjadi pembelajaran Polda Jatim dan jajaran. Kapolsek dan Bhabinkamtibmas jangan lagi sungkan mengetok rumah besar yang dicurigai," ujar Machfud di sela-sela peresmian Madiun Command Center di Mapolres Madiun, Rabu ( 2/8/2017).

Menurut Machfud, Kapolsek dan Babinkamtibmas harus peka bila menjumpai kontrakan rumah yang dihuni banyak orang.

(Baca juga: Polisi Tangkap Sindikat Penjambret HP Spesialis Warga Asing)

 

"Kapolsek dan Babinkamtibmas harus peka kalau ada orang kontrak isinya 20 orang. Maka Kapolsek harus pandai menyikapi persoalan ini," ungkap Machfud.

Machfud menambahkan, anggota juga diminta untuk tidak minder meski berhadapan dengan warga yang tinggal di perumahan elit sekalipun. Apalagi bila di perumahan elit itu ditemukan aktivitas yang mencurigakan.

Mengenai WNA Tiongkok dan Taiwan yang ditangkap, Machfud mengatakan sudah dipulangkan ke negaranya. Bisa jadi, WNA yang terlibat kasus cyber crime itu akan mendapatkan hukuman berat di negaranya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Anggota Brimob Polda Sulteng Tewas Ditembak Usai Laksanakan Shalat Jumat

Regional
Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Regional
Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Regional
Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Regional
Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Regional
Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Regional
Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Regional
750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

Regional
Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Regional
Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Regional
Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X