Kompas.com - 02/08/2017, 20:47 WIB
Spanduk larangan taksi/ojek online mangkal di kawasan strategis dipasang oleh Dinas Perhubungan Kota Magelang, Rabu (2/8/2017). KOMPAS.com/Ika FitrianaSpanduk larangan taksi/ojek online mangkal di kawasan strategis dipasang oleh Dinas Perhubungan Kota Magelang, Rabu (2/8/2017).
|
EditorErlangga Djumena

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, akhirnya melarang ojek daring berbasis aplikasi beroperasi di wilayah ini. Kebijakan ini menyusul aksi protes awak angkutan konvensional yang tergabung dalam Forum Komunikasi Awak Angkutan Magelang (Forkam) beberapa hari yang lalu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang Suryantoro mengatakan, kebijakan tersebut dikeluarkan sebagai tindak lanjut aspirasi awak angkutan kepada Pemerintah Kota Magelang yang merasa dirugikan dengan ojek online.

Perusahaan ojek online, dalam hal ini Gojek, itu sendiri diketahui sedang dalam proses pengajuan izin operasi sejak Mei 2017 lalu.

"Maka kami (Pemkot Magelang) tidak memberikan rekomendasi ojek online untuk beroperasi di wilayah ini," ujar Suryantoro, Rabu (2/8/2017).

Menurut Forkam, lanjut Suryantoro, ojek online telah mengurangi pendapatan mereka setiap hari. Ojek online dinilai kerap mangkal di tempat-tempat strategis angkutan seperti di halte, kawasan sekolah, hingga gang-gang perkampungan.

Suryantoro menambahkan, kebijakan ini juga untuk mengantisipasi terjadinya konflik horisontal di lapangan antara awak angkutan dengan pengemudia ojek online. Pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk melakukan penertiban.

“Kami nanti akan melakukan penertiban. Surat balasan perihal tidak dikeluarkan rekomendasi tersebut diberikan hari ini,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Awak Angkot di Magelang Tolak Ojek Online

Sebagai langkah awal, pihaknya telah memasang spanduk-spanduk yang berisi tulisan larang taksi maupun ojek online mangkal di tempat strategis menaikkan dan menurunkan penumpang.

Spanduk sudah dipasang di depan sebuah hotel di Jalan Jenderal Soedirman dan kawasan Alun-alun Kota Magelang.

Adapun isi spanduk itu berbunyi "Taksi Online/Ojek Online dilarang mangkal/mengambil penumpang di lokasi pangkalan taksi konvensional/pangkalan angkutan umum/terminal".

Sampai ini belum ada keterangan resmi dari manajemen perwakilan salah satu ojek online di Kota Magelang terkait persoalan ini. Saat awak media hendak mencoba mengkonfirmasi ke kantor ojek online di Jalan Kolonel Sugiono Kota Magelang, seorang pegawai mengatakan bahwa persoalan sudah diserahkan ke manajemen perusahaan yang berpusat di Jakarta.

"Kami telah mendapat pesan kalau ada yang menanyakan bisa menghubungi di email ini," kata salah satu pengawai seraya menyodorkan secarik kertas bertuliskan alamat email manajemen di Jakarta.

Sementara, di kantor tersebut masih tampak ramai. Beberapa orang terlihat mengantri hendak mendaftarkan diri sebagai pengemudi ojek tersebut. 

Kompas TV Pengemudi ojek online kembali terlibat bentrok dengan ojek pangkalan di Jalan Raya Serpong.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.