Pengacara Minta Berkas Pemeriksaan Pertama MD Dikoreksi - Kompas.com

Pengacara Minta Berkas Pemeriksaan Pertama MD Dikoreksi

Kompas.com - 02/08/2017, 11:29 WIB
Ilustrasi penganiayaan bayiKompas.com/ERICSSEN Ilustrasi penganiayaan bayi

DENPASAR, KOMPAS.com - MD, perempuan yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya, bayi J, kembali diperiksa di Mapolda Bali, Selasa (2/8/2017). Sebelumnya MD ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan anak.

Namun, dalam pemeriksaan kali ini dia didampingi penasehat hukumnya Naldi Elvian Saban. Ditemui sebelum pemeriksaan, Saban mengatakan ada tiga poin penting yang menjadi perhatiannya dalam pemeriksaan kali ini.

Saban mengatakan, berkas acara pemeriksaan pertama perlu dikoreksi. Sebab, saat itu MD tidak didampingi pengacara, padahal ancaman hukuman yang dikenakan 5 tahun penjara.

"Ada beberapa poin yang patut diubah oleh penyidik Polda Bali. Pertama, seorang tersangka yang diancam minimal lima tahun penjara wajib didampingi penasehat hukum saat diperiksa," kata Saban.

(Baca juga: Video Ibu Siksa Bayi Hebohkan Warga Bali)

 

Kedua, saat diperiksa, MD belum dalam keadaan siap atau tidak sehat. Sedangkan poin ketiga akan disampaikan secara langsung oleh pengacara saat berjalannya pemeriksaan.

Pantauan Kompas.com di Mapolda Bali, MD diperiksa oleh penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak.

MD sendiri ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi setelah video penyiksaan terhadap bayi J viral di media sosial. Video tersebut berisi sejumlah aksi kekerasan yang dilakukan MD terhadap J pada Maret 2017 di kediamannya. 

Kompas TV Di Surabaya, Jawa Timur, seorang siswi kelas IV Sekolah Dasar diduga menjadi korban pemukulan guru olahraganya. Orangtua siswi korban dugaan penganiayaan guru olahraga langsung melaporkan tindakan kekerasan ini kepada kepala sekolah. Diduga korban yang tidak fokus mengikuti pelajaran akibat kelelahan, kemudian ditegur dan langsung dipukul menggunakan gagang kayu di bagian kepala hingga terluka. Saat ini, korban masih didampingi tim psikolog untuk pemulihan. Sementara kasus ini ditangani anggota Satreskrim dan Inafis Polrestabes Surabaya untuk dilakukan penyelidikan serta identifikasi awal.


EditorReni Susanti
Komentar

Terkini Lainnya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Macron Tegur Remaja yang Tak Sopan Panggil Namanya

Internasional
Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Sopir Angkutan Lebaran di Terminal Kalideres Rata-rata Terindikasi Darah Tinggi

Megapolitan
Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Kebakaran Landa 10 Hektar Padang Rumput di Pulau Komodo

Regional
Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Libur Lebaran, 27 Orang Tersengat Ubur-ubur di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Pegawai Honorer Dinas Kebersihan Jadi Maling Spesialis Rumah yang Ditinggal Mudik

Regional
Pakai Istilah 'China Taiwan', Dua Maskapai Jepang Dikecam

Pakai Istilah "China Taiwan", Dua Maskapai Jepang Dikecam

Internasional
Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Cegah Pelemparan Batu di Arus Balik, 21 Jembatan Tol di Bekasi Dijaga Ketat

Megapolitan
Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Komisioner Ombudsman Sebut Fasilitas Terminal Kalideres Tak Berubah Sejak 2 Tahun

Megapolitan
Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Hoaks, Tempat Wisata dan Transjakarta Gratis Saat HUT DKI

Megapolitan
Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Olahraga di Kebun Raya Bogor, Presiden Jokowi Beri Jaketnya ke Pengunjung

Nasional
Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan 'One Way'

Ini Jalur Alternatif Menuju Bekasi-Cikampek Saat Penerapan "One Way"

Megapolitan
Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Selasa Petang, Sejumlah Titik di Tol Jakarta-Cikampek Ramai Lancar

Nasional
Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Inflasi DKI Diprediksi Naik karena Mahalnya Tiket Pesawat

Megapolitan
Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Ombudsman: Jatah Obat per Napi di Lapas Pemuda Tangerang Hanya Rp 1.000

Megapolitan
Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Perombakan Pejabat Diharap Tingkatkan Serapan Anggaran DKI

Megapolitan

Close Ads X