5 Berita Populer Nusantara: Pengakuan Pelaku Pengeroyokan Bobotoh hingga Pamer Duit di Sidang Vonis Dimas Kanjeng

Kompas.com - 02/08/2017, 10:05 WIB
Dalam sidang beragendakan pembacaan pledoi, Dimas Kanjeng tampil modis dengan rambut disisir rapi, klimis, mengenakan batik, celana hitam, dan sepatu pantofel warna coklat. KOMPAS.com/Ahmad FaisolDalam sidang beragendakan pembacaan pledoi, Dimas Kanjeng tampil modis dengan rambut disisir rapi, klimis, mengenakan batik, celana hitam, dan sepatu pantofel warna coklat.
|
EditorCaroline Damanik


2. 'Kita Sudah Jenuh, Bosan, Minta kepada Ibu Susi Maupun Pemerintah'

Nelayan di Kota kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kecewa. Sebab, Solar Packet Dealer Nelayan (SPDN) atau stasiun pengisian bahan bakar minyak (BBM) khusus untuk nelayan tidak beroperasi sejak 2012 lalu. 

"Sampai saat ini kami sendiri juga bingung sekaligus kecewa, kenapa SPDN ini tidak berfungsi. Dampaknya para nelayan harus membeli bahan bakar di tingkat eceran dengan harga yang mahal," ujar Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Kupang Abdul Wahab Sidin Wahab Sidin, Selasa (1/8/2017).

Menurut Abdul Wahab Sidin, selain sudah tidak beroperasi lagi, bangunan SPDN saat ini nyaris roboh akibat tidak pernah diperhatikan.

Padahal, saat kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti di Pelabuhan Perikanan Pantai Tenau Kupang, Minggu (12/6/2016) lalu, sang menteri dengan tegas meminta pengelola segera membuka SPDN. Namun hingga kini tak dihiraukan.

Baca selengkapnya: Kita Sudah Jenuh, Bosan, Minta kepada Ibu Susi Maupun Pemerintah
Baca juga: 5 Aksi Menteri Susi yang Bikin Warga Kolaka Geleng-geleng Kepala


3. Pengakuan Bobotoh yang Ikut Mengeroyok Ricko Andrean

Wugi Fahrul Rozak (19) menyesali perbuatannya, ikut mengeroyok Ricko Andrean di tribun utara lantai 3 Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) 22 Juli 2017 lalu saat berlangsungnya pertandingan antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta. 

"Saya menyesal banget, saya minta maaf sebesar-besarnya sama keluarga korban," kata Wugi dengn nada lemah saat ditemui di Markas Polrestabes Baandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (1/8/2017).

Wugi mengaku cuma ikut-ikutan karena terprovokasi oleh sejumlah orang yang sudah memukuli Ricko sebelumnya.  "Waktu kejadian saya di tribun bawah. Saya mendengar ada teriakan The Jak, The Jak. Terus saya naik," ujarnya.

Wugi mengatakan, saat dirinya menghampiri Ricko, kondisi korban sudah babak belur dipukuli sejumlah bobotoh.

Baca selengkapnya: Pengakuan Bobotoh yang Ikut Mengeroyok Ricko Andrean
Baca juga: Kronologi Pengeroyokan Ricko, Bobotoh Persib yang Meninggal Dunia

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Regional
2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

Regional
PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

Regional
Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Regional
Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Regional
Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Regional
Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Regional
Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Regional
Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Regional
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

Regional
Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Regional
Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X