Seorang Tukang Ojek Ditangkap karena Perkosa Anak Tirinya

Kompas.com - 01/08/2017, 22:33 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi korban pemerkosaan
|
EditorFarid Assifa

ATAMBUA, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Sektor Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), menangkap seorang tukang ojek berinisial AG (35), karena menyetubuhi anak tirinya berinisial YG (17).

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan, perbuatan pelaku AG dilaporkan ke aparat Polsek Tasifeto Barat pada Minggu (30/7/17) malam pukul 19.15 Wita oleh ibu kandung YG (istri pelaku).

"Pelaku sendiri dibekuk aparat polsek di kediamannya di Trans Bakustulama, Dusun Taliren, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu," kata Jules kepada Kompas.com, Selasa (1/8/2017).

Baca juga: Kisah di Balik Aksi Heroik Sertu Suratman yang Gagalkan Pemerkosaan Siswi SMP

Kasus pemerkosaan itu, lanjut Jules, terjadi pada Juni 2017, saat ibu kandung korban pergi ke Kaputu, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka.

“Kejadian awalnya saat ibu korban pergi ke Kaputu. Siangnya berangkat, malam pelaku langsung memaksa korban berhubungan badan disertai dengan ancaman," ungkap Jules.

Setelah ibunya pulang dari Kaputu, korban langsung melaporkan tindakan ayah tirinya. Untuk menutupi aib dan takut akan terulang lagi, korban kemudian dipindahkan sekolahnya ke Kaputu.

Namun baru sebulan lebih bersekolah, korban pulang ke rumah karena sakit. Pelaku pun mulai lagi mencoba memaksa korban untuk berhubungan badan.

Saat itu, di rumah hanya tinggal bertiga antara pelaku, korban dan seorang adik korban yang berinisial NG (10).

Niat jahat pelaku untuk kembali menyetubuhi korban tepatnya pada Sabtu (29/7/17) malam, tidak terpenuhi lantaran korban menolak dan adik korban memergokinya.

“Korban saat itu tidurnya seranjang dengan NG. Sekitar pukul 21.00 Wita, pelaku masuk dan langsung memegang tubuh korban. Tersadar dari tidurnya, korban langsung berontak dan bilang, 'Bapak jangan buat begitu, saya anaknya bapa,” terang Jules menirukan ucapan korban.

Bukannya lepas, pelaku langsung mengancam akan membunuh korban jika sampai mengadu ke ibunya. Saat itulah NG bangun, tapi langsung ditampar oleh pelaku. Setelah itu, pelaku langsung keluar dari kamar.

"Keesokan harinya, korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke ibu kandungnya. Merasa sakit hati dan malu, ibu kandung korban langsung mengadukan tindakan suaminya ke kepala dusun setempat dan kemudian berlanjut ke pihak kepolisian," jelas mantan Kapolres Manggarai Barat itu.

Baca juga: Gagalkan Pemerkosaan, Sertu Suratman Dapat Hadiah Sepeda Motor

Usai menerima laporan, aparat Polsek Tasifeto Barat langsung bergerak cepat menuju TKP dan menangkap pelaku.

“Pelaku sudah ditahan untuk diproses secara hukum. Korban dan juga saksi-saksi sudah diambil keterangan awal, tinggal nanti dibuatkan berita acara pemeriksaannya," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
Soal 'New Normal', Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Soal "New Normal", Wali Kota Banjarmasin Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat

Regional
Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Juru Mudi Perahu yang Terbalik di Ogan Ilir Terancam Dipidana

Regional
Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Seorang Anggota TNI Positif Covid-19, Baru Menyelesaikan Pendidikan di Ambon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X