Pemkot Magelang Bantah soal Uang Rp 1,18 Triliun Mengendap di Bank

Kompas.com - 01/08/2017, 20:49 WIB
Sekda Kota Magelang Sugiharto (tengah)  saat memberikan klarifikasi terkait rilis Kemenkeu RI yang menyebut Pemkot Magelang mempunyai uang tersimpan di bank Rp 1,18 triliun,  Selasa (1/8/2017). KOMPAS. com/Ika FitrianaSekda Kota Magelang Sugiharto (tengah) saat memberikan klarifikasi terkait rilis Kemenkeu RI yang menyebut Pemkot Magelang mempunyai uang tersimpan di bank Rp 1,18 triliun, Selasa (1/8/2017).
|
EditorFarid Assifa

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah, membantah masih menyimpan dana di perbankan sebesar Rp 1.18 triliun seperti yang disebutkan Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI di media massa, Senin (31/7/2017).

Melalui pemberitaan itu, Kemenkeu menyebut, pada periode Januari-Juni 2017, Kota Magelang menduduki peringkat empat dalam daftar kota di Indonesia yang memiliki simpanan perbankan terbesar setelah Kota Surabaya, Cimahi, Tangerang dan di atas Medan.

Baca juga: Ketua KPK: Ratusan Triliun Uang Daerah Mengendap di Bank

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Sugiharto, menegaskan bahwa APBD Kota Magelang pada tahun 2017 hanya sebesar Rp 907,3 miliar, sehingga tidak mungkin memiliki dana simpanan sebesar yang disebutkan Kemenkeu.

"Total APBD 2017 saja tidak sampai Rp 1 triliun, bagaimana mungkin kami punya simpanan sebesar itu. Ini yang perlu kami klarifikasi," kata Sugiharto dalam keterangan pers, Selasa (1/8/2017).

Dia menyebutkan, APBD tahun 2017 sebesar Rp 907,3 miliar. Sebanyak Rp 347 miliar dialokasikan untuk belanja tidak langsung, seperti membayar gaji pegawai, dan Rp 560,4 miliar digunakan untuk belanja langsung.

"Dari data tersebut terlihat bahwa alokasi belanja kami lebih banyak untuk kebutuhan tidak langsung, yakni untuk pelayanan masyarakat," tandasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia melanjutkan, adapun total realisasi belanja Pemerintah Kota Magelang per 31 Juni 2017 sebesar Rp 283,5 miliar. Dengan rincian untuk belanja tidak langsung Rp 125,4 miliar dan belanja langsung sebesar Rp 158,5 miliar.

"Jadi sampai 31 Juni 2017, sisa APBD kami masih Rp 623,7 miliar. Mana mungkin uangnya disimpan di bank sampai Rp 1,18 trliun. Kalau dana masyarakat mungkin saja, tapi kalau uang pemda kondisinya seperti ini," kata Sugiharto.

Bahkan dia menyatakan, dari total sisa APBD tersebut, masih ada anggaran yang belum ditransfer oleh Kemenkeu karena prosedur transfer Dana Alokasi Umum (DAU) harus bertahap.

Pihaknya mengaku bingung dengan pernyataan Kemenkeu terkait hal tersebut. Apalagi kesalahan data serupa juga pernah terjadi pada pertengahan 2016 silam. Padahal, selama ini, pihaknya selalu tepat waktu memberikan laporan realisasi APBD setiap bulan kepada Kemenkeu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.