Harga Melonjak, Petani Garam Akhirnya Menikmati "Manisnya" Si Asin

Kompas.com - 01/08/2017, 18:20 WIB
Petani garam di Desa Menco,  Kecamatan Wedung,  Kabupaten Demak,  Jateng saat memanen garamnya,  Selasa (1/8/2017) KOMPAS.com / ARI WIDODOPetani garam di Desa Menco, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jateng saat memanen garamnya, Selasa (1/8/2017)
|
EditorErlangga Djumena

DEMAK, KOMPAS. com - Para petani garam mulai merasakan "manisnya" harga garam dalam dua bulan terakhir ini, termasuk petani garam di Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jateng.

Mereka akhirnya bisa menikmati hasil jerih payah mereka menambak garam. Harga garam di tingkat petani yang sebelumnya di kisaran Rp 350 - Rp 500 per kilogramnya, kini mencapai Rp 3.500 per kilogram atau naik sekitar 1.000 persen.

"Alhamdulillah harganya bagus, Mas. Puluhan tahun buat garam baru kali ini harganya bisa naik sepuluh kali lipat, " kata Tasman (55 ), petani garam Desa Menco, Kecamatan Wedung, Demak, kepada Kompas.com Selasa (1/8/2017).

Taslam menambahkan, satu zak garam ukuran 40 kilogram dulu hanya dihargai Rp 80.000.  Saat ini satu zak garam dibanderol Rp 130.000.

"Kalau dijual per kilogram, ketemunya ya Rp 3.500 itu tadi. Begitu dipanen, garam di sini sudah langsung ada yang beli," ujarnya.

Di ladang garam yang berukuran sekitar 8 x 25 meter,  petani garam rata-rata memanen 50 zak garam atau sekitar 2 ton garam setiap minggunya. Namun karena cuaca yang tidak menentu, petani terpaksa memanen dini garamnya dan hanya mendapatkan hasil panen garam 4 - 5 kuintal saja.

"Idealnya, panen kalau usianya sudah seminggu. Tapi ini baru tiga hari sudah kita panen. Kita kejar kejaran dengan hujan, daripada tidak bisa makan," katanya.

Baca juga: Pimpinan DPR: Kebijakan Garam Saat Ini Terburuk

Sementara itu, terkait rencana pemerintah yang akan melakukan impor garam dari luar negeri, baik Taslam maupun petani garam lainnya sepakat menolak kebijakan tersebut karena akan berdampak anjloknya harga garam petani.

"Baru sebentar meraskan harga bagus, kok malah impor garam. Kami tidak setuju ada impor garam," ucap Taslam.

Sementara Farodhi Anggota Komisi B DPRD Demak, Jateng, kebutuhan garam saat ini berkurang, sehingga sah - sah saja ketika pemerintah membuat kebijakan impor garam. Akan tetapi, garam impor tersebut jangan sampai memenuhi pasaran sehingga merusak harga garam petani.

"Kita harus adil, boleh saja impor garam, tapi jangan impor total. Cukup 40 - 50 persen saja impornya, sehingga petani garam masih bisa merasakan manisnya harga garam," katanya.

Selain Desa Menco, desa lain di demak yang memproduksi garam rakyat adalah Desa Babalan, Desa Tedunan, Desa Kedungkarang, Desa Kendalasem, dan Desa Mutih Kulon.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Fakta Terkini Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, 1 Rumah di Ciamis Rusak, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X