Kompas.com - 28/07/2017, 17:16 WIB
Sejumlah jemaah calon haji kloter satu dari Kabupaten Kediri memasuki Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/7/2017). Sebanyak 1.248 jamaah calon haji yang terdiri dari 445 orang kloter satu, 445 orang kloter dua, dan 358 orang kloter tiga tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya untuk dikarantina sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi pada Jumat (28/7/2017). ANTARA FOTO/MOCH ASIMSejumlah jemaah calon haji kloter satu dari Kabupaten Kediri memasuki Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/7/2017). Sebanyak 1.248 jamaah calon haji yang terdiri dari 445 orang kloter satu, 445 orang kloter dua, dan 358 orang kloter tiga tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya untuk dikarantina sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi pada Jumat (28/7/2017).
|
EditorCaroline Damanik

KEDIRI, KOMPAS.com - Boniran (75) sesekali tersenyum kepada lawan bicaranya saat mengobrol di sela acara pemberangkatan rombongan jemaah haji di pendopo Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (28/7/2017).

Warga Banyuanyar, Kecamatan Gurah, Kediri, dan Kantun (60), istrinya, akan segera berangkat menunaikan ibadah haji seperti yang dicita-citakannya selama ini.

Dia akhirnya bisa berangkat naik haji bersama istrinya setelah berjuang menyisihkan uang pendapatannya tabungannya sebagai tukang bangunan.

"Saya menjadi tukang bangunan sejak tahun 1960," kata Boniran sebelum berangkat.

Dengan sejumlah strategi, Boniran berupaya melipatgandakan penghasilannya yang tak banyak untuk mewujudkan cita-citanya. Pertama-tama, dia menuturkan, uang yang didapat sebagai buruh bangunan digunakan untuk membeli sapi.

Sejumlah ekor sapi yang dibeli dipelihara hingga gemuk untuk dijual kembali. Uangnya menjadi bertambah karena selisih harga sapi yang didapatnya.

Uang hasil penjualan sapi itu juga kembali diputar. Belakangan dia menyewa lahan pertanian. Dia menyewa tanah seharga Rp 3,5 juta untuk satu petaknya. Tanah itu ditanaminya tebu dan hasilnya cukup lumayan karena satu petak itu mampu menghasilkan uang hingga Rp 8 juta.

Uang yang didapat itu lagi-lagi diputar kembali dengan menyewa lahan yang lebih luas. Hingga total ada 3 lahan seluas setengah hektar yang dikelolanya.

(Baca juga: Veteran Perang Ini Akhirnya Berangkat Haji setelah 11 Tahun Menabung)

Dalam satu tahun, lahan pertaniannya itu bisa menghasilkan uang Rp 25 juta. Biasanya dia menyewa dalam rentang waktu 2 hingga 3 tahun.

Boniran mengaku, dirinya memiliki falsafah hidup pasrah kepada Allah apa pun kejadian dalam hidupnya. Semua perbuatannya ditujukan untuk beribadah kepadaNya. Itu pula yang menurut dia, membantunya menjalani hidup penuh kesederhanaan dan kesabaran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X