Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siswa SMP Ini Mengaku Dianiaya Kepsek hingga Pingsan dan Dirawat di RS

Kompas.com - 28/07/2017, 16:54 WIB
Junaedi

Penulis

MAMASA, KOMPAS.com - Gusti (14), seorang siswa kelas VIII SMP swasta Salu Mandalle di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, harus diopname di rumah sakit karena diduga dianiaya kepala sekolahnya, Rabu (26/7/2017) lalu.

Gusti menceritakan, kejadian itu bermula ketika puluhan siswa di kelasnya gaduh lantaran guru kelasnya tak hadir mengajar.

Baca juga: Guru yang Cubit Siswanya Divonis 3 Bulan Penjara

Kepala sekolah yang kesal mendatangi kelas dan menegur para siswa agar tidak membuat kegaduhan. Namun teguran itu dijawab teriakan "huuu" oleh sebagian siswa.

Merasa dilecehkan, sang kepala sekolah kemudian menghampir salah satu siswa, Gusti dan menarik kerah baju siswa tersebut. Setelah itu, sang kepsek menghajar Gusti hingga korban pingsan.

“Kerah baju saya ditarik dan kepala saya dibenturkan ke tembok hingga saya kehilangan kesadaran,” ujar Gusti.

Hanna, ibu Gusti, yang kaget karena beberapa hari anaknya terbaring lemas tak bisa makan dan minum terpaksa melarikan Gusti ke RSUD Mamasa.

“Saya cemas karena (Gusti) tak mau bicara dan hanya terbaring di tempat tidur. Dia tidak bisa makan dan minum. Belakanga baru mau cerita kasusnya,” ujar Hanna.

Selama ini, kata Hanna, Gusti tinggal bersama neneknya di Desa Tawalian Timur.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMP Salu Mandalle, Soleman membantah telah menganiaya korban. Menurut Soleman, hanya memarahi Gusti karena terlibat ribut di kelas pada jam pelajaran sekolah.

Soleman mengatakan, Gusti hanya kesurupan saat dimarahinya. Soleman mengaku ia tidak pernah menyentuh korban, melainkan korban sendiri kesurupan saat ditegur di kelas.

“Saya memang menaarik leher bajunya, tapi saya tidak pernah cekik dan menendangnya. Korban pingsan sendiri saat saya marahi di kelas,” tutur Soleman.

Senada dengan Soleman, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Tawalian, Daud membantah terjadi kekerasan di SMP Salu Mandalle.

Daud mengaku tak melihat Soleman mencekik, menendang atau menganiaya Gusti, melainkan korban sendiri yang mencekik dirinya sendiri karena kesurupan.

“Tidak benar dianiaya, yang terjadi justru korban mencekik lehernya sendiri karena kesurupan,” tandas Daud.

Baca juga: Anak Mengadu Dipukul, Polisi Pukuli Siswa SD di Depan Guru

Jauh sebelumnya, menurut Daud, di SMP Salu Mandalle sering terjadi kesurupan massal hingga siswa terpaksa digotong ke rumahnya karena tak sadarkan diri.

Saat ini, korban masih dirawat di Rumah Sakit Banua Mamase, Kabupaten Mamasa, karena kerap muntah dan kepalanya pusing.

Kompas TV Para siswa pun trauma dan enggan bersekolah serta berencana pindah sekolah.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com