Kompas.com - 28/07/2017, 13:21 WIB
|
EditorErlangga Djumena

BIMA, KOMPAS.com - Harga garam di Kabupaen Bima melambung tinggi. Bahkan harganya berlipat-lipat. Tingginya harga garam ini membuat para petambak ikan tergiur. Sejak harganya naik, mereka mulai beralih menjadi petani garam dan meninggalkan usaha bandeng.

Abdullah, asal Desa Donggo Bolo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima mengaku, telah mempersiapkan lahan 1 hektar untuk produksi garam. Bahkan, para petani lain juga berbondong-bodong memilih mengalihkan fungsi tambak ikan seluas 10 hektar jadi tambak garam.

“Petani di sini sudah beralih semenjak harga garam mahal. Di selompok saya ada 10 hektar yang sudah dialihkan, saat ini dalam proses pembuatan petakan,” kata Abdullah saat ditemui di lokasi tambak, Jumat (28/7/2017).

Ia mengaku menjadi petani garam lebih menguntungkan. Selain biaya produksinya sedikit, pembuatan tambak juga relatif mudah. Hanya bermodalkan cangkul dan sekop, mereka bisa memodifikasi lahan yang dibuat berbentuk petakan kolam tanah.

Selain itu, petambak juga harus menyediakan pompa air dan kincir angin.

Baca juga: Jokowi Janji Selesaikan Persoalan Mahalnya Harga Garam

“Kalau tambak sudah jadi, selanjunnya cukup dimasukan air laut ke tambak. Seminggu kemudian, biasanya garam sudah bisa dipanen,” kata ketua kelompok tani ini.

Sementara itu, harga garam di tingkat petani saat ini melambung hingga Rp 140.000 per sak dengan berat 50 kilogram. Tingginya harga itu berbeda jauh dengan harga saat panen garam dari tahun ke tahun berkisar antara Rp 3.000 sampai Rp 7.000 per sak.

“Mereka memasarkan garamnya Rp 140.000 per sak. Kalau dilihat dari harga memang cukup tinggi, dibanding tahun lalu cuman Rp 7.000 per sak,” ucap Abdullah.

Ia dan petani lain merasa bersyukur harga garam sudah naik setelah betahun-tahun para petani tidak merasakan hasil panen yang memadai. Mereka berharap harganya tetap bertahan, sehingga petani bisa mendapat hasil yang berlimpah dan menguntungkan.

“Kalau bisa jangan diturunin lagi, kita juga Ingin harga jualannya tinggi,” ujar dia.

Kompas TV Kelangkaan garam yang terjadi di sejumlah tempat di Pulau Jawa menyebabkan harga garam semakin mahal. 
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Jaga Keselamatan Petani, Bupati Arief Sepakat Perangi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik

Regional
Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Awalnya Dipenuhi Sampah, Desa Pandean Kini Jadi Salah Satu Desa Wisata Terbaik Se-Indonesia

Regional
Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.