Kompas.com - 27/07/2017, 13:06 WIB
Obby Kogoya, mahasiswa asal Papua, menyalami jaksa penuntut umum (JPU) usai mendengarkan vonis hakim di ruang sidang Kartika, Pengadilan Negeri Yogyakarta, Jalan Kapas, Kamis (27/7/2017). KOMPAS.com/Teuku Muh Guci SObby Kogoya, mahasiswa asal Papua, menyalami jaksa penuntut umum (JPU) usai mendengarkan vonis hakim di ruang sidang Kartika, Pengadilan Negeri Yogyakarta, Jalan Kapas, Kamis (27/7/2017).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -  Obby Kogoya divonis 4 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Yogyakarta, Kamis (27/7/2017). Majelis hakim menyatakan, mahasiswa asal Papua itu terbukti bersalah dalam kasus kekerasan terhadap dua anggota polisi.

Sidang putusan itu dipimpin Wiwik Wisnuningdyah selaku ketua majelis hakim didampingi Hapsoro Restu Widodo dan Bambang Sunanto selaku anggota majelis hakim.

Adapun Obby didakwa pasal 213 atau pasal 212 atau 351 ayat 1 KUHPidana. Dalam sidang, hakim menyatakan Obby terbukti secara sah melakukan pelanggaran sesuai pasal 212. Hal itu berdasarkan pembuktian dan keterangan sejumlah saksi selama proses persidangan berlangsung.

"Menyatakan secara sah dan bersalah melakukan perlawanan petugas sebagaimana diatur dalam pasal 212 dan menjatuhkan pidana penjara 4 bulan dan satu tahun masa percobaan," ujar Wiwik membacakan amar putusan.

Putusan hakim terhadap Obby itu lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sebelumnya JPU menuntut Obby dengan hukuman enam bulan penjara dan satu tahun masa percobaan.

Adapun hakim memiliki sejumlah pertimbangan dalam memberikan vonis tersebut.

Baca juga: Demo sambil Bawa Baliho Bintang Kejora, Mahasiswa Asal Papua Diperiksa

Menurut Wiwik, meski perbuatan Obby meresahkan masyarakat, namun sikapnya selalu sopan selama mengikuti persidangan. Selain itu, Obby sedang menjalani masa studi di perguruan tinggi swasta di Yogyakarta dan belum pernah dihukum.

"Hukuman tidak perlu dijalani kecuali di kemudian ada keputusan lain," ucap Wiwik.

Dari hasil vonis itu, Obby memilih pikir-pikir untuk menentukan sikap selanjutnya. Serupa, JPU pun memilih pikir-pikir untuk menyikapi putusan hakim tersebut.

Sesuai keterangan di sidang putusan, kasus Obby bermula ketika aparat kepolisian mengamankannya di Jalan Kusumanegara pada Jumat 15 Juli 2016. Awalnya Obby hendak mendatangi asrama Papua di Kemasan, Jalan Kusumanegara. Ia bersama sejumlah rekan-rekannya dari Asrama Mahasiswa Tolikara ingin berkumpul di Asrama Papua di Jalan Kusumanegara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Ganjar Targetkan Genjot Vaksinasi di Jateng Mulai Juli-Desember 2021

Regional
Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X