Sepatu Buatan Tris Bantu Penyandang Tunanetra Berjalan Tanpa Halangan

Kompas.com - 27/07/2017, 11:40 WIB
Tris (kanan) dan Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menunjukkan sepatu khusus tuna netra, Rabu (26/7/2017). KOMPAS.com/Ika FitrianaTris (kanan) dan Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina menunjukkan sepatu khusus tuna netra, Rabu (26/7/2017).
|
EditorErlangga Djumena

MAGELANG, KOMPAS.com - Prihatin terjadap salah seorang tetangganya yang tuna netra menginspirasi Tris Prayogo (40) untuk menciptakan sepatu khusus tuna netra. Sepatu ini membantu mereka untuk berjalan kaki tanpa terganggu oleh halangan di depannya.

Sekilas sepatu tersebut tidak berbeda dengan sepatu pada umumnya. Namun ada komponen sensor yang dipasang di dalam alas kaki ini. Sensor ini bekerja mendeteksi halangan seperti jalan berlubang atau benda di depan penyandang tuna netra.

"Sepatu akan bergetar pendek jika di hadapannya ada benda, dan akan bergetar panjang jika ada lubang. Getaran akan terasa sekitar 30-40 sentimeter sebelum mencapai halangan," kata Tris saat ditemui di rumahnya di komplek Perum Depkes, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, Rabu (26/7/2017).

Tris berkisah, dirinya membuat alat sensor sepatu ini karena melihat seorang tetangganya yang tiba-tiba mengalami kebutaan. Sang tetangga itu kerap kesulitan saat berjalan kaki mengingat kedua matanya tidak lagi berfungsi.

Berbekal ilmu teknik elektro semasa kuliah, Tris berupaya membantu tetangganya agar bisa mengatasi kesulitannya itu.

Baca juga: Jetnet, Inovasi Mahasiswa Undip untuk Penyandang Tuna Netra

Tris lantas mengajak sang Istri Evi Dwi Hastuti (39), serta dua orang temannya, Wahyu Hidayat dan Naskan. Mereka membentuk tim yang kemudian bekerja mulai dengan mengumpulkan ide, riset hingga uji coba berulang kali.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tris mengatakan, riset dimulai sejak pertengahan 2014 hingga timnya berhasil membuat sepatu tersebut meskipun masih dalam bentuk prototype.

"Sebetulnya sepatu jenis apapun bisa dipakai. Karena yang terpenting adalah alat sensornya. Harus dipasang dengan modifikasi tertentu, namun tetap nyaman dan aman dipakai penyandang tuna netra," ujar Tris.

Dia menyebutkan, biaya produksi untuk sepasang sepatu ini berkisar Rp 1 juta - Rp 2 juta.

Dia merincikan, ada tiga alat sensor yang dipasang di sepatu tersebut, yakni satu prosesor dan satu baterai, yang tertanam dalam setiap sepatu.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.