Kompas.com - 26/07/2017, 21:57 WIB
Ribuan umat Islam yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) hadir di Muktamar HTI di Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (2/6/2013). HTI mengajak seluruh umat Islam untuk kembali pada Khilafah Islamiah dan menegakkan Syariat Islam. KOMPAS/ANGGER PUTRANTORibuan umat Islam yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) hadir di Muktamar HTI di Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (2/6/2013). HTI mengajak seluruh umat Islam untuk kembali pada Khilafah Islamiah dan menegakkan Syariat Islam.
|
EditorReni Susanti

SEMARANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan memanggil aparatur sipil negara (ASN) atau PNS yang terafiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Hal ini menyusul munculnya beberapa nama yang disinyalir ikut HTI.

“Nanti tak undang, tak ajak ngobrol. Ada dua (tipe), dia secara ideologis ada di situ, dan kedua, dia ikut tapi tidak tahu,” ujar Ganjar, Rabu (26/7/2017).

Menurut Ganjar, jika ASN tersebut masuk di tipe kedua, langkah tepat adalah mengembalikan ke dalam semula. Namun berbeda jika memang sejak awal sudah terafiliasi secara ideologis.

“Kalau keblasuk dikembalikan. Dengan kembali mungkin akan lebih baik. Kita akan bina,” tambahnya.

(Baca juga: Pemda Jateng Siapkan Langkah Sistematis Telusuri PNS yang Masuk HTI)

Terkait nama-nama yang muncul, Ganjar tak sepakat jika nama-nama itu dipublikasikan. Mereka yang terlibat lebih baik diajak dialog terlebih dahulu.

"Saran saya 'ojo kesusu diumumke'. Diajak dialog dulu, kalau dialognya sudah tidak mempan, maka silahkan saja kalau diambil sikap,” tambah pria 48 tahun ini.

PIlihan dialog, sambung dia, sama seperti langkah yang diambil pemerintah saat perang di Aceh. Saat itu, banyak tokoh dan warga bergabung dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dengan dialog, mantan anggota GAM bisa kembali ke ideologi bangsa.

"Ketika dulu ada GAM, GAM nya balik. Gubernurnya kalau pidato cerita, saya dulu GAM saya ini itu, dan (mengaku) kembali pada pangkuan ibu pertiwi. Ini kan baik,” tambahnya.

Pemprov Jateng sendiri saat ini tengah menyiapkan langkah sistematis untuk menelusuri keterlibatan ASN. Para ASN juga berpotensi dikeluarkan dari status kepegawaian jika kedapatan terafiliasi dengan HTI. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X