Kompas.com - 26/07/2017, 21:08 WIB
Dirjen KSDAE didampingi Direktur Operasional PGE melepas tambang pintu kandang elang Jawa yang akan dilepasliarkan, Rabu (26/07/2017) Kompas.com/ari maulana karangDirjen KSDAE didampingi Direktur Operasional PGE melepas tambang pintu kandang elang Jawa yang akan dilepasliarkan, Rabu (26/07/2017)
|
EditorCaroline Damanik

GARUT, KOMPAS.com - Seekor elang Jawa (Nisaetus Bartelsi) jantan berusia dua tahun yang menjalani rehabilitasi di Pusat Konservasi Elang Kamojang sejak Januari 2017 kembali terbang bebas, Rabu (26/7/2017).

Prosesi pelepasliaran Elang Jawa bernama Bejo tersebut dilakukan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno bersama Direktur Operasional Pertamina Geothermal Energy (PGE) Ali Mudzakir dengan disaksikan para kepala Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) dari seluruh Indonesia.

Manajer Pusat Konservasi Elang Kamojang, Zaini Rahman, mengungkapkan, pelepasan elang kali ini merupakan pelepasan yang ke-20 sejak tiga tahun pusat konservasi ini beroperasi.

Saat ini, menurut Zaini, ada sekitar 80 ekor lebih elang yang menunggu dilepaskan. Elang-elang tersebut sebenarnya telah siap dilepaskan namun kebanyakan masih dalam proses rehabilitasi untuk mengembalikan kemampuannya bertahan hidup di alam bebas.

"Ada yang sedang menjalani perawatan medis di klinik, rehabilitasi prilakunya dan ada juga yang masih dalam tahapan karantina," katanya.

(Baca juga: Jatuh karena Tabrak Dinding Pagar, Anak Elang Jawa Diselamatkan)

Setelah pelepasliaran, menurut Zaini akan ada proses monitoring selama kurang lebih 21 hari untuk dapat memastikan elang mampu bertahan hidup. Monitoring dilakukan dengan melakukan pengamatan visual.

"Elang yang dilepas dipasangi chip untuk memudahkan monitoring-nya, kami ikuti kemana perginya," katanya.

Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno melihat, keberadaan Pusat Konservasi Elang Kamojang sangat membantu upaya pemerintah meningkatkan populasi elang di alam liar.

Oleh karena itu, konsep yang dijalankan PKEK akan direplikasi ke daerah lain. Menurut dia, pusat konservasi elang Kamojang juga bisa dijadikan tempat pembelajaran upaya konservasi elang bagi masyarakat.

 

Kompas TV Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah menerima seekor buaya, seekor burung elang serta seekor kucing hutan dari warga setempat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.