Korupsi Dana Bansos, Mantan Anggota DPRD Sulsel Ditahan di Bandara

Kompas.com - 26/07/2017, 20:27 WIB
IlustrasiKompas Ilustrasi
|
EditorReni Susanti

MAKASSAR, KOMPAS.com - Mantan anggota DPRD Sulawesi Selatan dari fraksi Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), Adil Patu, ditahan Kejaksaan menyusul putusan bersalah dari Mahkamah Agung (MA). 

Adil Patu dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2008. Ia ditahan tim jaksa di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Rabu (26/7/2017).

Saat penangkapan, Adil baru turun dari mobilnya. Setelah melihat surat perintah penahaan, Adil Patu pasrah dan kembali masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan sang sopir kembali memasukkan koper yang baru dikeluarkannya. 

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Kejati Sulselbar), Salahuddin mengatakan, penahanan Adil Patu berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar.


(Baca juga: Cegah Korupsi, KPK Bentuk Komite Advokasi Daerah)

"Berdasarkan SP Kajari Makassar telah melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap terhadap terpidana atas nama Dr. Ir. H. A. M. Adil Patu, M. Pd (mantan anggota DPRD Prov Sulsel) selaku tersangka/terdakwa dalam perkara tipikor Bansos tahun 2008," katanya.

Salahuddin menegaskan, pelaksanaan putusan dilakukan berdasarkan SP Kajari Makassar no. Print 10/R.4.10/ Euh.3/07/2017 tanggal 26 Juli 2017 sesaat setelah menerima Putusan MA No.2199 K/Pid.Sus/2016 tgl 10 Mei 2017 jo.

Putusan PT Makassar Nomor: 20/Pidsus.kor/2016/PT.Mks tanggal 16 Juni 2016 jo. Putusan PN Makasar No.16/pidsus.tpk/2015/PN.Mks tanggal 07 Desember 2015 dengan amar putusan pidana penjara selama 5 tahun denda Rp 200 juta subs 6 bulan dan uang pengganti sebesar Rp 1.420 miliar.

"Dalam Amar Putusan diberikan pidana penjara selama 5 tahun penjara. Tak hanya pidana penjara, Adil Patu juga diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 1,420 miliar dan telah dikompensasikan ke kas negara," pungkasnya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

[POPULER DI KOMPASIANA] Insiden Asrama Papua | Anak (Baru) Ibu Kota | Spider-Man Lepas dari MCU

Regional
Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Hukuman Kebiri Kimia Belum Ada Juknis, Kejati Jatim Tunggu Petunjuk Jaksa Agung

Regional
Sirkulasi 'Eddy' Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Sirkulasi "Eddy" Picu Gelombang Setinggi 4 Meter di Sejumlah Wilayah

Regional
50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

50 Warga Dievakuasi Akibat Guguran Lava Gunung Karangetang

Regional
Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Leprid Apresiasi Keberhasilan Hendi dalam Membina Ribuan UMKM

Regional
Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Di Lhokseumawe, setiap Jumat Wajib Pakai Bahasa Aceh

Regional
Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Gubernur Bali Minta Pelindo III Stop Reklamasi di Pelabuhan Benoa

Regional
Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Pemerkosa 9 Anak Dapat Hukuman Kebiri Kimia dan Baru Pertama di Mojokerto

Regional
Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Pemilik Kapal Ungkap Penyebab KM Mina Sejati Karam Pasca-pembantaian ABK

Regional
Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Kasus di Asrama Mahasiswa Papua, 5 TNI Diskors dan Diseret ke Pengadilan Militer

Regional
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Cilacap dan Kebumen, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Kebiri Kimia di Mojokerto, Kejaksaan Masih Mencari Rumah Sakit untuk Eksekusi Hukuman

Regional
2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

2 Jenazah Ditemukan pada Mobil Terbakar, Diduga Korban Pembunuhan

Regional
Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Perusahaan Datangkan Kapal Cari Korban Pembantaian KM Mina Sejati

Regional
Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Cuaca Buruk, Pencarian Kapal Kargo yang Hilang di Perairan Pulau Buru Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X