Ratusan Pengungsi Rohingya di Makassar Demo, 18 Orang Diamankan

Kompas.com - 26/07/2017, 17:55 WIB
Pengungsi Rohingya di Makassar berdemonstrasi di depan Menara Bosowa  dan mendapat makanan dus dari orang-orang Makassar yang simpatik, Rabu (26/7/2017).KOMPAS.com/Hendra Cipto Pengungsi Rohingya di Makassar berdemonstrasi di depan Menara Bosowa dan mendapat makanan dus dari orang-orang Makassar yang simpatik, Rabu (26/7/2017).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ratusan pengungsi dari suku Rohingya, Myanmar yang berdiam di Makassar berunjuk rasa di depan gedung Menara Bosowa, Rabu (26/7/2017). Mereka menuntut perhatian dari komisioner Tinggi PBB untuk pengungsi atau UNHCR.

Aksi demonstrasi sengaja dilakukan di Menara Bosowa. Sebab, kantor International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) berlokasi di gedung 22 lantai itu.

Salah satu suku Rohingya, Ali Juhar mengatakan, suku Rohingya yang tinggal di Makassar berjumlah 210 orang. Selama tujuh tahun mereka tinggal di Makassar tanpa status yang jelas. 

Mereka mengku sudah jengah dengan janji-janji dari UNHCR untuk bisa memberikan mereka penghidupan yang layak. UNHCR menjanjikan mereka segera diberangkatkan ke negara ketiga dalam dua atau tiga tahun.

(Baca juga: Mayoritas Perempuan Pengungsi Rohingya Nikah di Bawah Umur)

 

"Karena itu kami mengajukan tiga tuntutan yakni segera kembalikan ke negara kami di Myanmar, pemerintah Indonesia berikan penghidupan seperti kebebasan mengeyam pendidikan dan bekerja, atau bawa kami ke negara ketiga supaya ada kepastian hukum," kata Ali dalam orasinya.

Lantaran sudah berjam-jam melakukan aksi demonstrasi dan tidak mendapat tanggapan dari UNHCR, pengungsi Rohingya berupaya memaksa masuk ke dalam gedung. Bahkan, mereka sempat duduk di pintu masuk gedung sehingga akses jalan tertutup.

Aparat Polsekta Ujungpandang pun mengambil tindakan tegas dan mangamankan 18 pengungsi Rohingya yang dianggap provokator. Ke-18 orang itu selanjutnya dibawa ke Polrestabes Makassar.

"Kita tidak proses hukum, 18 orang kita amankan. Cuman dipisahkan dengan kelompoknya ini, karena dianggap provokatif. Sebab mengganggu aktivitas di gedung publik. Di Polrestabes Makassar nanti, akan diberi pemahaman dan difasilitasi," tutur Kapolsek Ujungpandang, Kompol Ananda Fauzi Harahap.

Sementara itu, menurut informasi yang diperoleh dari petugas imigrasi, pengungsi Rohingya akan dipertemukan dengan UNHCR. Rencananya pertemuan antara Imigrasi, pengungsi Rohingya, dan UNHCR akan digelar Senin (31/7/2017).

Kompas TV Mereka kehilangan tenda-tenda tempat tinggal lantaran area pengungsian diterjang topan.


 



EditorReni Susanti
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X