Buni Yani Sebut Guntur Romli yang Membuat Video Ahok Viral

Kompas.com - 25/07/2017, 19:33 WIB
Buni Yani saat diwawancarai media usai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LRE Martadinata, Bandung, Selasa (13/6/2017) KOMPAS. com/DENDI RAMDHANIBuni Yani saat diwawancarai media usai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LRE Martadinata, Bandung, Selasa (13/6/2017)
|
EditorReni Susanti

BANDUNG, KOMPAS.com- Mohamad Guntur Romli menjadi salah satu saksi yang dihadirkan dalam sidang kasus pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Pemkot Bandung, Jalan Seram Kota Bandung, Selasa (25/7/2017). 

Dalam kesaksiannya, Guntur Romli mengaku pertama kali melihat Buni Yani memposting video berdurasi 30 detik tanggal 6 Oktober 2016 sekitar pukul 21.00 WIB. Video tersebut berisi ucapan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menyinggung ayat Al Quran.

"Saya melihat status anda (berisi video Ahok) jam sembilan malam (21.00 WIB) secara statistik itu (jadi) viral," ujar Guntur Romli, Selasa (25/7/2017). 

Buni Yani pun membantah pernyataan Guntur Romli dan mengatakan saksi telah berbohong. Menurut Buni Yani, pada pukul 21.00 WIB dia masih dalam perjalanan pulang menggunakan commuter line seusai mengajar dari salah satu perguruan tinggi di Jalan Sudirman, Jakarta.

(Baca juga: Jaksa Hadirkan Video Rekaman Ahok, Pihak Buni Yani Protes)

 

Dia baru memosting video berisi rekaman Ahok pada tengah malam.  

"Saya hari Kamis ingat betul saya mengajar sampai jam 21.00 WIB. Saya naik kereta sampai Depok perlu waktu satu jam, sampai rumah 22.30 WIB. Kalau Guntur melihat postingan jam 21.00 WIB,  masak dia lebih dulu melihat postingan saya daripada saya posting. Logikanya dimana? Dia memfitnah saya. Di BAP sudah dijelaskan," ujarnya.  

Selain membantah pernyataan Guntur Romli, Buni Yani juga menuduh jika Guntur Romli adalah orang yang membuat video Ahok yang diposting Buni Yani menjadi viral setelah Guntur Romli melakukan screenshoot postingan Buni Yani. 

"Guntur screenshot setelah saya posting. Setelah diviralkan Guntur baru semua orang kepingin tahu dan langsung lihat ke facebook saya. Karena dia timsesnya Ahok, kemudian di balik ke saya. Jadi saya penyebabnya. Mestinya Guntur itu yang ditangkap," tandasnya. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sikap Kejujuran Ojol Ini Menjadi Viral di Media Sosial

Sikap Kejujuran Ojol Ini Menjadi Viral di Media Sosial

Regional
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembunuhan Pria yang Terekam CCTV

Polisi Tangkap 4 Pelaku Pembunuhan Pria yang Terekam CCTV

Regional
Wapres Ma'ruf Amin: Pendidikan 'Online' Tidak Optimal

Wapres Ma'ruf Amin: Pendidikan "Online" Tidak Optimal

Regional
Penetapan Data Penerima Bansos Tahap II Jabar Diapresiasi KPK

Penetapan Data Penerima Bansos Tahap II Jabar Diapresiasi KPK

Regional
Bertemu Pemuda Tak Pakai Masker di Kedai Kopi, Risma: Ayo Kamu Push Up

Bertemu Pemuda Tak Pakai Masker di Kedai Kopi, Risma: Ayo Kamu Push Up

Regional
14 Tersangka Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di RS Makassar DPO

14 Tersangka Kasus Pengambilan Paksa Jenazah Covid-19 di RS Makassar DPO

Regional
Rencana Perobohan Patung Perguruan Silat di Sragen Batal Setelah Ada Kesepakatan

Rencana Perobohan Patung Perguruan Silat di Sragen Batal Setelah Ada Kesepakatan

Regional
Karyawan Meninggal karena Covid-19, Pelayanan di Kanwil BRI Malang Berjalan Normal

Karyawan Meninggal karena Covid-19, Pelayanan di Kanwil BRI Malang Berjalan Normal

Regional
Bandara YIA Mulai Operasikan Penerbangan Internasional ke Malaysia

Bandara YIA Mulai Operasikan Penerbangan Internasional ke Malaysia

Regional
Hendak Menuju Lokasi Kebakaran, Petugas Pemadam Meninggal karena Kecelakaan Lalu Lintas

Hendak Menuju Lokasi Kebakaran, Petugas Pemadam Meninggal karena Kecelakaan Lalu Lintas

Regional
Jadi Relawan, Polisi di Malang Makamkan 57 Pasien Covid-19, Mobil berisi Kantong Jenazah

Jadi Relawan, Polisi di Malang Makamkan 57 Pasien Covid-19, Mobil berisi Kantong Jenazah

Regional
Ada Penumpang Positif Covid-19, Pelayaran Kapal Feri Buton-Wakatobi Dihentikan Sementara

Ada Penumpang Positif Covid-19, Pelayaran Kapal Feri Buton-Wakatobi Dihentikan Sementara

Regional
KPK Kembali Geledah Sejumlah Ruangan di Kantor Bupati Kutai Timur

KPK Kembali Geledah Sejumlah Ruangan di Kantor Bupati Kutai Timur

Regional
Pelaku Tetap Bekerja di Lokasi Pembunuhan Usai Membunuh Saudaranya karena Disebut Bodoh

Pelaku Tetap Bekerja di Lokasi Pembunuhan Usai Membunuh Saudaranya karena Disebut Bodoh

Regional
Banjarmasin Masuk Zona Hitam, Wali Kota Ancam Tempat Hiburan yang Beroperasi

Banjarmasin Masuk Zona Hitam, Wali Kota Ancam Tempat Hiburan yang Beroperasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X