Kompas.com - 25/07/2017, 17:56 WIB
Petani garam di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu saat menguji kadar garam di petak garamnya. KOMPAS.com/TaufiqurrahmanPetani garam di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu saat menguji kadar garam di petak garamnya.
|
EditorReni Susanti

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Petani garam di Madura benar-benar diuntungkan. Sampai hari ini, harga garam kualitas nomor 1 mencapai Rp 3,5 juta per ton. Sementara garam kualitas nomor 2 dijual seharga Rp 3 juta per ton.

Mahalnya harga garam, membuat petani memilih jalan pintas dengan cara memanen garam secara prematur. Haryanto, salah satu petani garam asal Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan mengaku terpaksa memanen garamnya tiap sore.

Meski hasil panennya sedikit, namun ia lekas mendapatkan uang. "Saya mengejar keuntungan sehingga cepat membeli kebutuhan keluarga," terang Haryanto.

Agar bisa panen garam setiap hari, ia menggunakan trik khusus. Yaitu, air laut dialirkan ke beberapa petak terlebih dahulu untuk menaikkan kadar garamnya. Air yang kadar garamnya tinggi langsung ditempatkan di petak yang siap untuk pembuatan garam.

(Baca juga: Penjual Garam: Ini Bukan Naik, tetapi Ganti Harga)

 

"Air yang kadar garamnya tinggi dalam 10 jam sudah bisa dipanen dan dijual," imbuh Haryanto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Soal kualitas, garam yang dipanen dalam sehari tidak sebagus garam yang dipanen dalam 10 atau 15 hari. Terutama dalam kristalisasinya.

"Garam yang sehari dipanen tidak mengkristal dan tidak begitu padat. Bahkan terkena air sedikit, cepat mencair," ungkapnya. 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X