Prostitusi "Online" Via WhatsApp Terbongkar, 3 Mucikari Ditangkap

Kompas.com - 25/07/2017, 12:34 WIB
Aparat Kepolisian Polda Sulawesi Selatan mengungkap jaringan perdagangan manusia (human trafficking) dengan modus prostitusi online di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Tribun Timur/Fahrizal SyamAparat Kepolisian Polda Sulawesi Selatan mengungkap jaringan perdagangan manusia (human trafficking) dengan modus prostitusi online di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
EditorCaroline Damanik

MAKASSAR, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Polda Sulawesi Selatan mengungkap jaringan perdagangan manusia dengan modus prostitusi online di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam pengungkapan itu, polisi menangkap dan menetapkan tiga orang mucikari sebagai tersangka, yakni BM (24), KH (24) dan IA (23).

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, polisi mengungkap kasus ini dengan menyamar sebagai calon pelanggan.

"Kami ungkap kasus ini seperti kasus narkoba, undercover. Mereka kami pancing dengan menyamar sebagai pelanggan dan akhirnya bisa ditangkap," kata Dicky dalam konferensi pers di Mapolda Sulsel, Selasa (25/7/2017).

(Baca juga: Polisi Bongkar Prostitusi "Online", 2 Mucikari dan 5 PSK Diamankan)

Pada hari Minggu (23/7/2017) malam, polisi menyamar menjadi pria hidung belang yang berkomunikasi dengan pelaku muncikari melalui media sosial Whatsapp, dan menyepakati harga dan lokasi pertemuan.

"Petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku BM, ketika ia membawa dua perempuan PSK di salah satu kamar hotel di Jl Boulevard Makassar," kata Dicky.

BM dan dua PSK berinisial WJ (29) dan IR (25) berikut uang tunai dan handphone kemudian diamankan di Mapolda Sulsel.

Polisi lalu mengembangkan kasus ini dan kembali menangkap dua muncikari yakni KH dan IA di hotel, Senin (24/7/2017) dini hari.

Dari penangkapan dua muncikari itu, polisi juga mengamankan tiga PSK yakni RL (22), PS (27) dan FY (23) berikut barang bukti uang tunai, telepon genggam, dan alat kontrasepsi.

Pasal yang menjerat para pelaku yaitu tindak pidana perdagangan orang sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1 dan 2 dan pasal 12 UURI no 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," ujar Dicky.

Berita ini telah tayang di Tribunnews.com, Selasa (25/7/2017), dengan judul: Jaringan Prostitusi Online di Makassar Terungkap Setelah Polisi Menyamar Jadi Pria Hidung Belang

 

 

Kompas TV Polisi Tangkap Mucikari Prostisusi Online di Yogyakarta

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X