Seorang Napi Narkoba Jadi Otak Perdagangan 3 Ton Bahan Peledak di Sulsel

Kompas.com - 25/07/2017, 11:58 WIB
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani KOMPAS.com/Hendra CipttoKabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani
|
EditorErlangga Djumena

MAKASSAR, KOMPAS.com - Perdagangan bahan peledak di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan untuk pembuatan bom ikan oleh nelayan dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bollangi, Kabupaten Gowa.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani yang dikonfirmasi, Selasa (25/7/2017) mengatakan, dari beberapa kasus bahan peledak dan bom ikan yang ditangani jajaran Polda Sulsel mengarah pada seorang narapidana sebagai otak perdagangan.

Dia sedang menjalani hukumannya di Lapas Bollangi terkait kasus narkoba.

"Kasus perdagangan 3 ton bahan peledak dan 1.299 butir detonator yang diekspose kemarin di Kabupaten Pangkajene semua 15 pelaku menunjuk seorang narapidana Lapas Bollangi, Kabupaten Gowa bernama Arfah. Arfah sudah ditetapkan sebagai tersangka pedagangan bahan peledak dan dalam waktu dekat akan dijemput untuk dilakukan pemeriksaan," katanya.

Dicky menyebutkan, peran Arfah adalah memesan bahan peledak dari negeri jiran Malaysia melalui telepon selular dari dalam penjara. Tersangka Arfah pun juga yang mengatur bagaimana bahan peledak itu sampai ke Sulsel. Jadi pembeli yang memesan bahan peledak mentransfer uang terlebih dahulu ke rekening Arfah.

Baca juga: Polisi Sita 3 Ton Bahan Peledak dari 15 Pelaku di Sulawesi Selatan

"15 tersangka yang ditangkap kemarin itu jaringan Arfah. Sama dengan pengungkapan kasus pengiriman 500 butir detonator ke Kalbar yang disita di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, juga jaringan Arfah. Termasuk dengan kasus ledakan bom ikan di perumahan Pattene, juga jaringan Arfah," bebernya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya diberitakan, aparat gabungan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan membongkar jaringan kelompok yang diduga pemasok bahan peledak ikan lintas daerah. Selama tiga pekan, sebanyak 15 orang pelaku dibekuk dengan barang bukti mencapai 3 ton.

Bahan peledak yang diamankan berupa amonium nitrat yang dikemas dalam 121 zak dan sejumlah karung.

Dari tangan pelaku juga ditemukan sebanyak 1.299 butir detonator sebagai alat picu ledak. Barang bukti lain berupa sejumlah peledak siap pakai yang dirakit dengan botol



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X