Polisi Amankan Satu Orang Pelaku Pembakar Lahan di Ogan Ilir

Kompas.com - 24/07/2017, 20:56 WIB
KM terduga pelaku pembakaran lahan di Desa Sungai Rambutan Ogan Ilir Sumatera Selatan dibawa ke ruang pemeriksaan Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Ogan Ilir setelah tertangkap tangan tengah membuka lahan dengan cara dibakar KOMPAS.com/Amriza NursatriaKM terduga pelaku pembakaran lahan di Desa Sungai Rambutan Ogan Ilir Sumatera Selatan dibawa ke ruang pemeriksaan Unit Pidana Khusus Satreskrim Polres Ogan Ilir setelah tertangkap tangan tengah membuka lahan dengan cara dibakar

INDRALAYA, KOMPAS.com - KM, warga Desa Sungai Rambutan Ogan Ilir Sumatera Selatan, ditangkap anggota Tim Penanganan Karhutla Satreskrim Polres Ogan Ilir Sumatera selatan Senin (24/7/2017). Ia tertangkap tangan saat tengah membuka lahan dengan cara membakar lahan.

Dari tangan KM polisi menyita satu botol solar, dua bilah parang, satu korek api gas, dan satu batu pengasah parang. Seusai ditangkap, pelaku KM langsung dibawa ke ruang pemeriksaan di Unit Pidana Khusus Satreksrim Polres Ogan Ilir.

KM harus menjalani pemeriksaan atas perbuatannya yang diduga telah melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar yang sudah dilarang oleh pemerintah.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Agus Sunandar mengatakan, penangkapan KM dilakuan setelah tim penanganan karhutla polres ogan ilir mendapat informasi dari masyarakat yang mengetahui perbuatan KM.

(Baca juga: Bupati Ogan Ilir: Jangan Picu Kebakaran Lahan)

Polisi dari Tim Penangnan Karhutla Polres Ogan Ilir lalu bergerak ke lokasi dan menemukan KM tengah membuka lahan dengan cara dibakar. Polisi langsung mengamankan KM dengan barang buktinya.

Agus menambahkan, KM sudah dua kali melakukan pembakaran lahan dengan luas lahan yang terbakar mencapai setengah hektar.

“Pelaku diketahui sudah dua kali melakukan pembakaran lahan. Polisi yang mendapat informasi lalu mengecek ke lokasi dan benar saja pelaku sedang melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar, langsung saja KM kita amankan dan kita bawa ke Mapolres Ogan Ilir,” tuturnya.

Untuk mencari tahu apakah KM membuka lahan dengan cara dibakar atas keinginan sendiri atau perintah orang lain, polisi masih mendalaminya.

Atas perbuatannya, KM dikenai UU Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman antara 3 sampai 10 tahun. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Kebun Teh Kayo Aro Kerinci

Geger, Sesosok Mayat Ditemukan di Kebun Teh Kayo Aro Kerinci

Regional
Cerita Warga Berlebaran Lewat 'Video Call', Kadang Kesal Lantaran Hilang Sinyal

Cerita Warga Berlebaran Lewat "Video Call", Kadang Kesal Lantaran Hilang Sinyal

Regional
Kisah Perwira Polda Bengkulu Berjuang Sembuh dari Covid-19, Lari-lari Kecil Agar Berkeringat

Kisah Perwira Polda Bengkulu Berjuang Sembuh dari Covid-19, Lari-lari Kecil Agar Berkeringat

Regional
Kepada Warga, Pemudik Asal Jakarta yang Telantar 3 Hari di Tasikmalaya Sempat Mencari Neneknya hingga Pasar Cikurubuk

Kepada Warga, Pemudik Asal Jakarta yang Telantar 3 Hari di Tasikmalaya Sempat Mencari Neneknya hingga Pasar Cikurubuk

Regional
Video Ucapan Selamat Idul Fitri Berbahasa Arab Uskup Purwokerto Viral

Video Ucapan Selamat Idul Fitri Berbahasa Arab Uskup Purwokerto Viral

Regional
Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Regional
Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Regional
Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Regional
Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Regional
Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Regional
Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Regional
Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Regional
Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X