Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/07/2017, 12:47 WIB
Markus Yuwono

Penulis

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sulastri (62), pedagang Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, menata barang dagangannya sejak pagi hari, Senin (24/7/2017).

Dia sudah 20 tahun berjualan kelontong di pasar terbesar di Gunungkidul ini. Mulai beras hingga kebutuhan rumah tangga lainnya tampak menumpuk di toko miliknya yang berada di sisi sebelah selatan. Namun, tak tampak tumpukan garam yang biasanya tersedia di warungnya. Hanya beberapa kotak garam bermerk Zebra.

"Sudah sejak seminggu tidak ada pasokan dari produsen," katan Sulastri ditemui di Pasar Argosari, Senin (24/7/2017).

Baca juga: "Indonesia yang Dikelilingi Lautan kok Langka Garam, Kan Lucu..."

Untuk garam bermerk Zebra biasanya setiap seminggu ia mendapatkan pasokan ratusan bal yang per balnya berisi ratusan bungkus garam berbentuk balok. Namun saat ini ia hanya memiliki persediaan puluhan bungkus.

Tak hanya garam bermerek, garam grosok atau non yodium pun sama. Minimnya pasokan, menurut keterangan pemasok, karena wilayah Pati, Jawa Tengah, masih hujan sehingga produksi garam berkurang.

Akibatnya, harga garam naik. Satu bal garam bermerek Zebra berisi 10 bungkus beberapa bulan lalu dijual sekitar Rp 15.000, lalu naik menjadi Rp 25.000 dan saat ini sudah menyentuh angka Rp 77.000 per bal. Kenaikan ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.

"Awalnya harga eceran Rp 2.500, dan paling mahal Rp 3.000 per bungkus. Untuk saat ini eceran sekarang Rp 8.000 berbungkusnya, kadang kalau di warung sudah mencapai Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per bungkusnya," ulasnya.

Tidak hanya garam kemasan bermerek yang mengalami kenaikkan harga. Untuk garam jenis grosok, yang kualitasnya di bawah garam kemasan, juga mengalami kenaikan tajam. Dari yang semula per karung Rp 20.000, kini harganya menyentuh Rp 100.000 per 20 kilogram.

"Saya menjual eceran Rp 5.000 perkilogramnya, dari awalnya Rp 1.000 perkilonya. Kemungkinan masih akan naik lagi," ucapnya.

Kenaikan bahan pokok campuran makanan ini tak membuat penjualan menurun. Namun sebagian besar pelanggan mengeluhkan kenaikan ini.

"Sejak puluhan tahun hidup saya, baru kali ini kenaikan harga garam cukup tinggi. Ini bukan naik tetapi ganti harga," ujarnya.

Basuki, pembuat kerupuk di wilayah Ponjong, saat ditemui hendak membeli bahan kerupuk, mengaku keberatan dengan naiknya harga garam yang tak terkendali.

"Bagaimana mau berkembang usaha kecil seperti kami, setelah harga bawang naik, sekarang harga garam. Tolonglah pemerintah memperhatikan nasib orang kecil," harapnya.

Terpisah, Kepala Seksi Metrologi dan Perlindungan Konsumen, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Supriyadi mengatakan telah mendapatkan laporan terkait kenaikan tersebut. Pihaknya menunggu dari Pemda DIY melakukan rapat koordinasi menyikapi kenaikan harga garam.

"Sudah ada laporan, mereka bilang harganya tidak naik, tetapi berubah. Karena memang harga garam naiknya luar biasa mulai dari bulan puasa kemarin," katanya.

Baca juga: Polisi Akan Periksa Pejabat Kemendag dan KKP terkait Kasus Importasi Garam

Kenaikan ini diperkirakan karena garam masih tergantung pada daerah lain, sehingga saat pasokan berkurang, kenaikan tak bisa dihindari.

"Kenaikan karena pasokan berkurang," katanya.

Kompas TV Kelangkaan Garam Terjadi di Berbagai Daerah di Indonesia
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
28th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pemberdayaan Zakat dan Masyarakat area Malang, Dompet Dhuafa Ciptakan Minuman dari Lidah Buaya

Dorong Pemberdayaan Zakat dan Masyarakat area Malang, Dompet Dhuafa Ciptakan Minuman dari Lidah Buaya

Regional
Hadir di Acara Penutupan Discover North Sulawesi, Puan Terkesan Keramahan Masyarakat Sulut

Hadir di Acara Penutupan Discover North Sulawesi, Puan Terkesan Keramahan Masyarakat Sulut

Regional
Hadiri IGA 2023, Mbak Ita Paparkan 2 Program Inovasi Unggulan Pemkot Semarang

Hadiri IGA 2023, Mbak Ita Paparkan 2 Program Inovasi Unggulan Pemkot Semarang

Regional
Pikirkan Anak-anak Melayu Rempang!

Pikirkan Anak-anak Melayu Rempang!

Regional
Mas Dhito Berharap Kampung Lukis Ruslan Lahirkan Bibit-bibit Pelukis di Kabupaten Kediri

Mas Dhito Berharap Kampung Lukis Ruslan Lahirkan Bibit-bibit Pelukis di Kabupaten Kediri

Regional
Pemkab Kediri Kawal Persiapan Bandara Dhoho, Mulai dari Pembebasan Lahan Jalan hingga Site Development

Pemkab Kediri Kawal Persiapan Bandara Dhoho, Mulai dari Pembebasan Lahan Jalan hingga Site Development

Regional
Terima Kunjungan JKONE, Bupati Jembrana Kenalkan Sentra Tenun

Terima Kunjungan JKONE, Bupati Jembrana Kenalkan Sentra Tenun

Regional
22 Klub Sepak Bola Antarpelajar SMA Rebutkan Piala Bupati HST

22 Klub Sepak Bola Antarpelajar SMA Rebutkan Piala Bupati HST

Regional
Berikan Alat Pemadaman Baru, Mbak Ita Minta Damkar Tingkatkan Pelayanan

Berikan Alat Pemadaman Baru, Mbak Ita Minta Damkar Tingkatkan Pelayanan

Regional
Salurkan Beasiswa Rp 693 Juta untuk Mahasiswa, Syamsuar: SDM Penting Dipersiapkan

Salurkan Beasiswa Rp 693 Juta untuk Mahasiswa, Syamsuar: SDM Penting Dipersiapkan

Regional
DPRKP Banten Ubah 109,42 Hektar Kawasan Kumuh Jadi Perumahan Rakyat Layak Huni

DPRKP Banten Ubah 109,42 Hektar Kawasan Kumuh Jadi Perumahan Rakyat Layak Huni

Regional
GNPIP Diresmikan, Pemprov Riau Tanam Ribuan Cabai untuk Kendalikan Inflasi

GNPIP Diresmikan, Pemprov Riau Tanam Ribuan Cabai untuk Kendalikan Inflasi

Regional
Indeks Infrastruktur Kalbar Meningkat, Anggota DPR Syarif Abdullah Dorong Pembangunan Lebih Merata

Indeks Infrastruktur Kalbar Meningkat, Anggota DPR Syarif Abdullah Dorong Pembangunan Lebih Merata

Regional
Inovasi Faspol 5.0 Milik Warga Banjarnegara Berhasil Masuk Nominasi IGA 2023

Inovasi Faspol 5.0 Milik Warga Banjarnegara Berhasil Masuk Nominasi IGA 2023

Regional
Jaga Ketahanan Pangan di Semarang, Mbak Ita Luncurkan Program Perdu Semerbak

Jaga Ketahanan Pangan di Semarang, Mbak Ita Luncurkan Program Perdu Semerbak

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com