Kompas.com - 21/07/2017, 18:25 WIB
Monyet di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (2/5/2014). BARRY KUSUMAMonyet di Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (2/5/2014).
|
EditorErlangga Djumena

WONOGIRI, KOMPAS.com - Sebanyak lima desa di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah diserang ratusan kera liar.  Serangan ini sudah terjadi dalam satu bulan terakhir ini.

Gerombolan kera liar turun gunung dan menjarah tanaman yang ada di kebun-kebun hingga warung-warung warga.

Adapun kelima desa itu adalah Desa Sendang, Sokoboyo, Tegiri, Gemawang, dan Slogohimo yang tersebar di empat kecamatan yakni Wonogiri Kota, Batuwarno, Slogihimo, dan Ngadirojo. 

Menurut Wahyudi, Kepala Desa Tegiri, Kecamatan Wonogiri Kota, kera liar itu awalnya menyerang di wilayah dekat dengan hutan. Namun, tiga hari terakhir ini kera-kera tersebut sudah masuk pemukiman warga dan menjarah warung warga.

"Jumlahnya ratusan, dan pernah kita usir, namun sehari berikutnya datang gerombolan kera lagi. Saat ini kondisinya tidak hanya perkebunan milik warga, tetapi sudah berani mengambil makanan di warung. Warga sudah kewalahan karena semakin hari keranya semakin banyak," kata Wahyudi, Jumat (21/7/2017).

Baca juga: Warga Dua Desa di Jember Diserang Kera Liar, 4 Orang Terluka

Dia menyebutkan, serangan juga sudah meluas di daerah yang jauh dari hutan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita coba melakukan pemetaan dan saat ini ada tiga dusun, yang lokasinya jauh dari hutan. Dan kerugian yang sementara ini sudah mencapai puluhan juta rupiah. Banyak kebun buah milik warga yang gagal panen," kata Wahyudi.

Sementara itu, warga tidak hanya tinggal diam. Segala cara dan upaya dilakukan untuk menghalau serangan kera kera liar tersebut.

Suprihadi, warga Sendang, mengatakan, sudah berusaha mengusir kawanan kera tersebut namun belum membuahkan hasil.

"Kita juga pakai jaring untuk menangkap kera kera, tapi sulit sekali. Kita sekarang menggalakkan ronda untuk setidaknya bersiaga apabila ada serangan kera," katanya.

Baca juga: Diduga Ditembak, Kera Langka Mati TerLuka di Alun-Alun Kota Kendari

Kompas TV Tradisi Unik Beri Makan Kera Ini Ada di Banyumas

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.