Polisi Tembak Penjambret yang Resahkan Masyarakat Pangkalan Bun

Kompas.com - 20/07/2017, 11:50 WIB
Mengenakan tutup kepala, Muhammad Erwin alias Amad (34), pelaku penjambretan yang meresahkan warga Pangkalan Bun, telah diringkus polisi Kompas.com/Budi BaskoroMengenakan tutup kepala, Muhammad Erwin alias Amad (34), pelaku penjambretan yang meresahkan warga Pangkalan Bun, telah diringkus polisi
|
EditorFarid Assifa

PANGKALAN BUN, KOMPAS.com - Penjambret yang meresahkan masyarakat Pangkalan Bun dan sekitarnya sepanjang bulan Ramadhan dan Lebaran lalu, akhirnya diringkus polisi.

Pelaku bernama Muhammad Erwin alias Amad (34). Ia ternyata seorang residivis kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan vonis satu tahun penjara pada 2015 lalu.

Baca juga: Usai Tertabrak, 2 Penjambret Ini Babak Belur Dihakimi Massa

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Kotawaringin Barat, AKP Zaldy Kurniawan menjelaskan, saat disergap di kediamannya di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, Selasa (18/7/2017) malam, pelaku sempat melakukan perlawanan.

Dengan sebilah kayu, Amad mencoba memukul petugas untuk melarikan diri. Seorang polisi menunjukkan goresan luka-luka di bagian perutnya akibat perlawanan residivis itu. Polisi kemudian terpaksa menembak kaki pelaku.

Zaldy menyatakan, pelaku mengaku selama setahun terakhir telah melakukan aksi penjambretan sebanyak 15 kali. Sedangkan laporan yang diterima Polres Kotawaringin Barat sejak Ramadhan kemarin, ada empat kasus.

"Masih kita telusuri apakah itu pengakuan korban saja," tutur Zaldy di Mapolres Kotawaringin Barat, Kamis (20/7/2017).

Korban penjambretan terakhir yang melaporkan kasus ini adalah seorang ibu rumah tangga, Indah Yuliani. Ia dijambret saat berjalan kaki di Jalan PRA Kusumayudha, Pangkalan Bun, 27 Juni 2017.

"Sewaktu korban berjalan kaki dengan membawa tas, tiba-tiba dari arah belakang pelaku menggunakan sepeda motor mendekati korban dan langsung merampas tas dan kalung emas milik korban. Dia langsung pergi melarikan diri dari tempat kejadian," beber Zaldy.

Menurut Zaldy, korban penjambretan kebanyakan menyasar pejalan kaki, atau pengendara perempuan yang menaruh barang berharganya di dasbor sepeda motor. Bersama penyergapan itu, polisi juga menyita dua unit sepeda motor Honda Revo dan Scoopy, yang biasa dipakai pelaku meenjalankan aksi penjambretan.

Baca juga: Ponselnya Terjatuh Saat Kabur, Penjambret Akhirnya Tertangkap

Selain itu, polisi juga menyita barang bukti sebuah helm warna hitam merk Ganz, sebuah telepon seluler merk OPPO R7, dua buah telepon seluler merk Polytron, dan dua buah kalung emas.

"Ia akan kami jerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara," pungkas Zaldy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluar Lapas untuk Nikahkan Anaknya, Napi Narkotika Ini Menangis

Keluar Lapas untuk Nikahkan Anaknya, Napi Narkotika Ini Menangis

Regional
Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat

Soal Kewajiban Jilbab bagi Siswi, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat

Regional
Viral Acara PDI-P Bali Tiup Lilin dan Suap Tumpeng, Diklaim Tak Ada Pelanggaran Protokol Kesehatan

Viral Acara PDI-P Bali Tiup Lilin dan Suap Tumpeng, Diklaim Tak Ada Pelanggaran Protokol Kesehatan

Regional
Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Sudah Divaksin tapi Danrem 162 Wira Bhakti Positif Covid-19, Ini Penjelasannya

Regional
34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

34.400 Vaksin Sinovac Tiba di Kalbar, Masih Prioritaskan Tenaga Kesehatan

Regional
Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat Gunung Ile Lewotolok Diperpanjang

Regional
Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Wabup Banyumas Usai Disuntik Vaksin Covid-19: Jarumnya Kecil, Jadi Enggak Sakit

Regional
Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Seorang Anggota TNI Dikeroyok hingga Babak Belur, Polisi Buru Pelaku

Regional
Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Hanya 3 Pejabat di Kebumen yang Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19

Regional
KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

KPU Tetapkan Muh Basli Ali-Saiful Arif sebagai Pemenang Pilkada Selayar

Regional
Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Digugat Anak Kandungnya soal Tanah Hasil Jadi TKW, Ramisah: Tanah Ini Saya Beli bersama Suami

Regional
Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Otak Perampokan Bersenpi di Semarang Ternyata Orang Dalam Perusahaan

Regional
ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

ASN Wanita Ini Diduga Terjatuh ke Sungai, Dilihat Pemancing Sudah Terbawa Arus

Regional
Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Kasus Covid-19 Makin Tinggi, Pemkot Bandar Lampung Larang Resepsi Nikah

Regional
Bupati, Ketua DPRD, dan Kapolresta Tak Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19 di Banyumas

Bupati, Ketua DPRD, dan Kapolresta Tak Lolos Skrining Vaksinasi Covid-19 di Banyumas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X