Derita Penyakit Langka, Bayi Davino Butuh Cangkok Hati Rp 1,3 Miliar

Kompas.com - 19/07/2017, 19:37 WIB
Davino (18 bulan) penderita kelainan hati digendong ibunya, Rabu (19/7/2017). Davino membutuhkan cangkok organ hati senilai Rp 1,3 miliar agar bisa sembuh. KOMPAS.com/Ika FitrianaDavino (18 bulan) penderita kelainan hati digendong ibunya, Rabu (19/7/2017). Davino membutuhkan cangkok organ hati senilai Rp 1,3 miliar agar bisa sembuh.
|
EditorCaroline Damanik

MAGELANG, KOMPAS.com - Segala upaya dan doa tak pernah lelah dipanjatkan oleh pasangan Siti Zulaikhah (31) dan Andri Susanto (33) demi kesembuhan buah hatinya, Davino Rasyid Andriansyah (18 bulan), yang menderita Atresia Bilier Sirosis.

Meski pada akhirnya hanya tawakal yang mereka pegang sebagai penghiburan hati. Atresia Bilier Sirosis adalah kerusakan organ hati yang dialami Vino, panggilan Davino, sejak lahir.

Tumbuh kembang Vino jauh berbeda dengan balita sehat pada umumnya. Badannya kurus, perutnya membuncit, dia hanya mampu berbaring atau digendong sang Ibu.

Pada lubang hidung terpasang selang bening yang berfungsi untuk membantu Vino saat minum susu formula. Di kaki dan tangannya yang mungil masih terpasang perban dan kapas bekas suntikan jarum infus. Vino baru saja pulang setelah beberapa hari dirawat di RSUD Muntilan Kabupaten Magelang.

"Kalau minum ASI dia bisa langsung dengan saya, tapi kalau susu harus pakai selang ini. Sekitar 60 cc setiap 3 jam sekali. Kalau makan harus makanan lembut," ucap Siti, ibunda Vino, saat Kompas.com bertandang ke rumahnya di Dusun Kledok RT 02/RW 11, Desa Bondowoso, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (19/7/2017).

Siti bercerita, anak keduanya itu divonis menderita kelainan hati sejak usianya 3 bulan. Kelainan itu diketahui ketika Vino lahir normal di Puskemas Mertoyudan II Magelang, 3 Februari 2016 lalu.

Mata Vino, dan beberapa tubuhnya sudah tampak kuning waktu itu. Namun kata paramedis, ujar Siti, warna kuning pada tubuh Vino akan hilang dengan sendirinya dengan cara menjemur dan sang Ibu makan makanan bergizi.

"Saat hamil saya baik-baik saja, lahir juga normal. Tapi saat lahir mata Vino kuning, katanya kalau dijemur bisa sembuh. Saya lakukan itu saat kami sudah pulang ke rumah, saya lakukan apa saran dokter," ujarnya.

Menginjak usia 3 bulan, lanjut Siti, kondisi Vino semakin parah. Vino kecil terus menangis karena kesakitan hingga akhirnya dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) RSUD Tidar Kota Magelang.

Tidak lama dirawat di rumah sakit tersebut, Vino harus dirujuk ke RSUP dr Sardjito Yogyakarta karena hasil diagonasa awal Vino menderita Atresia Bilier Kirosis. Balita itu dirawat selama dua minggu di sana.

"Seharusnya kami harus kontrol ke RSUP Sardjito sebulan sekali, tapi kami tidak cukup biaya untuk ke sana. Alhamdulillah, pihak rumah sakit merekemondasikan kalau kontrol cukup ke RSUD Muntilan saja," ungkapnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-Hati

Jalur Puncak Rawan Longsor, Pengendara Diminta Hati-Hati

Regional
Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dibuang ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Kronologi ABK Meninggal dan Jenazahnya Dibuang ke Laut, Terakhir Komunikasi Setahun Lalu

Regional
Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Fakta Lengkap Mahasiswa Jember Tewas di Kamar Indekos, dari Bau Menyengat hingga Korban Sempat Mengeluh Sakit

Regional
Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Mengenal Lebih Dekat Ikan Dewa, Harganya Jutaan dan Selalu Diburu Jelang Imlek

Regional
Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Seorang Kakek di Temanggung Tewas Disengat Ratusan Lebah

Regional
Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Fakta Kapal Wartawan Istana Tenggelam di Labuan Bajo, Polisi Sebut Layar Belum Sempat Diturunkan

Regional
[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

[POPULER NUSANTARA] ABK Meninggal Dibuang ke Laut | Raja Agung Sejagat Minta Maaf

Regional
Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Fakta KM Panji Saputra Hilang Kontak, Angkut Drum Avtur hingga Basarnas Kerahkan Pesawat

Regional
Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sering Gelar Pertemuan di Brebes

Petinggi Sunda Empire Ki Ageng Rangga Sering Gelar Pertemuan di Brebes

Regional
Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Pengasuh PAUD Pasrah Jadi Tersangka Kasus Jenazah Balita Tanpa Kepala

Regional
5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

5 Fakta Guru Ngaji Cabuli Santri, Terpengaruh Film Porno hingga Korban Trauma Berat

Regional
26 Pencuri Motor Diamankan, 6 di Antaranya Sering Keluar Masuk Bui

26 Pencuri Motor Diamankan, 6 di Antaranya Sering Keluar Masuk Bui

Regional
Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Nikmatnya Kopi Gunung Kelir, Rasa dan Aromanya Disukai hingga Luar Negeri

Regional
5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

5 Penemuan Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga, Kerangka Satu Keluarga hingga Ditemukan di Septic Tank Mertua

Regional
Tak Ada Database DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Tak Ada Database DNA, Polisi Sulit Ungkap Identitas Kerangka Manusia di Rumah Kosong Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X